Cegah Depresiasi Mata Uang Lokal, Ghana Berencana Beli Minyak Pakai Emas

Segala informasi soal bisnis, mulai rumor pasar hingga kabar terbaru dunia bisnis.
Konten dari Pengguna
25 November 2022 11:19
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Kabar Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Suporter Ghana (Ilustrasi) Foto: Celso Junior/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Suporter Ghana (Ilustrasi) Foto: Celso Junior/Getty Images
ADVERTISEMENT
Pemerintah Ghana sedang menyiapkan kebijakan baru terkait pembelian produk minyak dengan emas sebagai alat pembayaran daripada menggunakan dolar AS. Hal itu disampaikan Wakil Presiden Mahamudu Bawumia di akun Facebooknya, Kamis (24/11).
ADVERTISEMENT
Diberitakan Reuters, kebijakan tersebut dilakukan untuk mengatasi berkurangnya cadangan mata uang asing, ditambah dengan permintaan dolar oleh importir minyak, yang kemudian dapat melemahkan cedi lokal dan meningkatkan biaya hidup.
Cadangan Internasional Bruto Ghana mencapai sekitar USD 6,6 miliar atau 103,2 triliun rupiah pada akhir September 2022 lalu. Angka tersebut turun dari sekitar USD 9,7 miliar pada akhir tahun lalu.
Menurut Bawumia, kebijakan baru tersebut akan secara mendasar mengubah neraca pembayaran dan secara signifikan mengurangi depresiasi mata uang Ghana terus-menerus, apabila diterapkan sesuai rencana pada kuartal pertama di tahun 2023.
Adapun penggunaan emas sebagai alat pembayaran akan mencegah nilai tukar berdampak langsung pada harga bahan bakar atau utilitas karena penjual domestik tidak lagi membutuhkan valuta asing untuk mengimpor minyak.
ADVERTISEMENT
"Barter emas untuk minyak merupakan perubahan struktural yang besar," tambah Bawumia.
Terkadang negara-negara akan memperdagangkan minyak untuk barang atau komoditas lain, dan biasanya dilakukan oleh negara penghasil minyak yang menerima barang non-minyak. Namun, kebijakan yang diusulkan tersebut merupakan yang tidak biasa.
Seperti yang diketahui, Ghana adalah negara yang memproduksi minyak mentah tetapi bergantung pada impor untuk produk minyak sulingan. Impor tersebut dikarenakan kilang satu-satunya ditutup setelah ledakan pada 2017 silam.
Pengumuman tersebut diposting Menteri Keuangan, Ken Ofori-Atta yang mengumumkan langkah-langkah untuk memotong pengeluaran dan meningkatkan pendapatan dalam upaya mengatasi krisis utang yang meningkat. Ia juga memperingatkan bahwa negara tersebut memiliki risiko tinggi untuk mengalami tekanan utang dan depresiasi cedi dapat memengaruhi kemampuan Ghana untuk mengelola utang publiknya secara serius, dalam sebuah presentasi anggaran 2023.
ADVERTISEMENT
Adapun pemerintah sedang menegosiasikan paket bantuan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) karena negara tersebut sedang menghadapi krisis ekonomi terburuk dalam satu generasi.