Inovasi Bisnis Peti Mati dari Kardus di Sri Langka, Murah dan Ramah Lingkungan

Segala informasi soal bisnis, mulai rumor pasar hingga kabar terbaru dunia bisnis.
Konten dari Pengguna
30 September 2021 8:16
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Kabar Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Inovasi Bisnis Peti Mati dari Kardus di Sri Langka, Murah dan Ramah Lingkungan (47872)
zoom-in-whitePerbesar
Bisnis Peti Mati/freepik.com
ADVERTISEMENT
Pabrik Dehiwala-Mount Lavina di Sri Langka menciptakan inovasi untuk bisnis peti mati. Agar lebih ekonomis dan ramah lingkungan, pabrik tersebut menciptakan peti mati yang terbuat dari kardus.
ADVERTISEMENT
Inovasi ini dilakukan untuk menanggapi angka kematian akibat Covid-19 di Sri Langka yang meningkat. Melansir informasi dari Reuters (30/09), kematian harian akibat virus corona di Sri Langka bisa mencapai angka 198. Selain itu, rata-rata tercatat 400 orang meninggal setiap harinya karena penyebab lain, selain dikarenakan Covid-19.
Inovasi peti mati dari kardus tesebut dipandang baik karena bersifat ramah lingkungan.
“Untuk membuat 400 peti mati, dibutuhkan 250-300 pohon untuk ditebang. Untuk mencegah kerusakan lingkungan itu, saya mengusulkan inovasi ini ke komite kesehatan dewan kota,” ungkap Priyantha Sahabandu, Anggota Dewan Kota Dehiwala-Mount Lavinia dalam wawancarannya dengan Reuters.
Selain itu, kelebihan dari peti mati kardus ini adalah harganya yang lebih terjangkau. Peti mati kardus tersebut dijual dengan harga Rs4.500 atau setara dengan Rp 326.500. Hal ini menjadi solusi lain bagi masyarakat kesulitan untuk membayar peti mati kayu yang lebih mahal.
ADVERTISEMENT
Sebagai negara yang mayoritas masyarakatnya beragama Hindu dan Budha, inovasi peti mati ini juga dapat menghemat pengeluaran gas dan listrik saat proses kremasi jenazah. Pembuatannya juga lebih praktis, hanya dibutuhkan waktu 30 menit untuk merakit peti dari kardus tersebut.
Walau terbuat dari kardus, peti mati ini dapat menopang beban hingga 100 kilogram. Hal ini disebabkan bahan dasar kardus tersebut merupakan kertas kerajinan berkualitas tinggi yang sudah didaur ulang.
Mayoritas masyarakat di sana mendukung inovasi tersebut. Hingga saat ini, sudah ada 350 peti mati kardus yang telah dipesan warga setempat.