Kapal Suriah Diduga Curi Gandum Ukraina Berlabuh di Lebanon, Kini Sudah Berlayar

Segala informasi soal bisnis, mulai rumor pasar hingga kabar terbaru dunia bisnis.
Konten dari Pengguna
5 Agustus 2022 13:28
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Kabar Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi gandum. Foto: Reuters/s Duvignaua
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gandum. Foto: Reuters/s Duvignaua
ADVERTISEMENT
Sebuah kapal Suriah yang diduga membawa gandum curian dari Ukraina sebelumnya berlabuh di Pelabuhan Lebanon, Kamis (6/8). Diberitakan Reuters, kapal itu telah meninggalkan Pelabuhan Lebanon setelah pejabat di Lebanon mengizinkan berlayar setelah penyelidikan.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Transportasi Lebanon melalui Twitter pada hari Kamis, (6/8). Kapal Laodikia berbendera Suriah telah berlabuh di pelabuhan Tripoli sejak Kamis lalu, membawa 10.000 ton tepung gandum dan jelai. Ukraina mengatakan gandum tersebut dicuri oleh Rusia. Namun, negeri beruang merah itu membantahnya.
Pada hari Rabu, Duta Besar Ukraina dari Lebanon Ihor Ostash, mendesak Lebanon untuk tidak mengizinkan kapal meninggalkan pelabuhan.
Seorang hakim pada hari Rabu mengatakan Laodikia diperbolehkan untuk berlayar, jika hasil penyelidikan menunjukkan bahwa kapal tersebut tidak membawa gandum Ukraina yang dicuri.
Menteri Transportasi Ali Hamie mentweet bahwa “Laodikia yang berbendera Suriah sekarang berada di luar perairan teritorial Lebanon.”
Kementerian Transportasi Suriah mengatakan dalam sebuah pernyataan Kamis malam bahwa kapal itu tiba di pelabuhan Tartus, dengan barang-barang yang dibawa sedang diturunkan.
ADVERTISEMENT
Dikatakan bahwa kapal itu sebelumnya pergi ke Tripoli untuk singgah sebentar untuk menyerahkan sejumlah tepung kepada sebuah kompi Lebanon, kemudian berlayar ke Tartus.
Kementerian itu juga menyebutkan bahwa, gandum curian tersebut dianggap sebagai klaim yang bertujuan untuk mendukung pemerintah Amerika dan sekutunya yang telah menjatuhkan sanksi kepada pemerintah Suriah atas konflik 11 tahun di negara itu.
Kepergian kapal Laodikia dari Tripoli kemungkinan akan membuat marah Ukraina. Misi diplomatik Rusia di Lebanon memuji langkah itu, menuduh Ukraina berbohong tentang kargo dan mencoba merusak hubungan antara Moskow dan Beirut.