NATO Diminta Lindungi Infrastruktur Bawah Laut Setelah Serangan Nord Stream

Segala informasi soal bisnis, mulai rumor pasar hingga kabar terbaru dunia bisnis.
Konten dari Pengguna
1 Desember 2022 11:25
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Kabar Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Gelembung gas dari kebocoran Nord Stream 2 yang mencapai permukaan Laut Baltik di dekat Bornholm, Denmark. Foto: Komando Pertahanan Denmark/via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Gelembung gas dari kebocoran Nord Stream 2 yang mencapai permukaan Laut Baltik di dekat Bornholm, Denmark. Foto: Komando Pertahanan Denmark/via REUTERS
ADVERTISEMENT
Pemimpin Jerman dan Norwegia mengatakan bahwa mereka akan meminta NATO untuk mengkoordinasikan perlindungan infrastruktur bawah laut Eropa pada Rabu (30/11) lalu. Mengingat dugaan serangan terhadap jaringan pipa gas Nord Stream mengancam keamanan infrastruktur tersebut.
ADVERTISEMENT
Negara-negara di Eropa telah meningkatkan kewaspadaan di sekitar instalasi kritis setelah pipa Nord Stream 1 dan 2 pecah pada September lalu, sehingga mengeluarkan gas ke Laut Baltik. Pipa gas tersebut menghubungkan dari Rusia ke Jerman.
Pihak Rusia membantah adanya dugaan sabotase pipa dan berusaha menyalahkan Inggris atas insiden tersebut. Penyelidik pun menemukan adanya jejak bahan peledak di tempat kejadian dan menduga bahwa pipa itu sengaja diledakkan.
Kanselir Jerman, Olaf Scholz, bersama dengan Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Stoere, mengatakan bahwa dengan melibatkan NATO akan mengirim sinyal ke dunia luar.
"Kami mengambil perlindungan infrastruktur kritis kami dengan sangat serius dan tidak seorang pun boleh berpikir bahwa serangan akan tetap ada tanpa konsekuensi," ujar Scholz.
ADVERTISEMENT
"Pipa, kabel telepon, koneksi internet adalah jalur kehidupan bagi negara kita dan harus dilindungi secara khusus," lanjutnya.
Adapun Norwegia sendiri memiliki peran penting dalam membawa gas ke Eropa setelah Rusia membatasi ekspor mereka. Kini Norwegia memasok sekitar setengah dari kebutuhan Jerman.
Norwegia memproduksi gas dengan kapasitas penuh dan akan terus melakukannya di tahun-tahun mendatang. Menurut Stoere, mereka memiliki tanggung jawab khusus untuk memastikan pasokan gas aman ke Eropa merupakan hal yang sangat penting untuk dipertahankan.
Pipa di fasilitas pendaratan pipa gas 'Nord Stream 2' difoto di Lubmin, Jerman, 7 Maret 2022. Foto: Hannibal Hanschke/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pipa di fasilitas pendaratan pipa gas 'Nord Stream 2' difoto di Lubmin, Jerman, 7 Maret 2022. Foto: Hannibal Hanschke/REUTERS
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg dalam pernyataannya melalui email mengatakan bahwa ia menyambut baik proposal dari Jerman dan Norwegia.
"Kami telah meningkatkan upaya kami setelah sabotase jalur pipa Nord Stream baru-baru ini, dan sangat penting untuk melakukan lebih banyak lagi untuk memastikan infrastruktur lepas pantai kami tetap aman dari tindakan destruktif di masa depan," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Scholz berbicara di Konferensi Keamanan Berlin pada Rabu (30/11) terkait pemanfaatan dana pertahanan khusus senilai 100 miliar euro di tahun ini untuk membeli jet tempur F35 dan retrofit kendaraan tempur infanteri Puma. Para menteri luar negeri NATO juga bertemu di Bucharest pada Rabu dan memberikan jaminan dukungan kepada tetangga Rusia. Adapun fokus pertemuan tersebut yakni di wilayah Balkan Barat, khususnya Bosnia, Moldova dan Georgia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020