Nike Akan Pecat Karyawan yang Belum Divaksin

Segala informasi soal bisnis, mulai rumor pasar hingga kabar terbaru dunia bisnis.
Konten dari Pengguna
14 Januari 2022 11:58
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Kabar Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Nike Akan Pecat Karyawan yang Belum Divaksin (5967)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Logo Nike. (Foto: REUTERS/Lucy Nicholson)
Perusahaan Nike dikabarkan akan memecat karyawannya yang belum mendapat vaksin. Pemecatan tersebut akan mulai dilakukan pada akhir pekan ini yaitu 15 Januari 2022.
ADVERTISEMENT
Nike telah mewajibkan pegawainya untuk mendapat vaksinasi penuh sejak Oktober 2021 lalu. Hal ini diberlakukan agar perusahaan tersebut dapat mulai menerapkan hybrid working di tahun 2022.
“Untuk mendukung upaya karyawan dapat kembali ke tempat kerja dengan selamat pada bulan Januari, kami akan mewajibkan seluruh pegawai kantor di AS untuk mendapat vaksinasi COVID-19 penuh,” mengutip pernyataan Nike dari OregonLive, Jumat (14/01).
Kini, perusahaan tersebut dikabarkan telah mengirim email kepada 14.000 pegawai terkait pemberhentian yang akan dilakukan. Seluruh pegawai yang belum divaksin dan tidak memiliki keterangan pengecualian dari medis atau agama akan di PHK pada 15 Januari mendatang.
“Anda gagal menyelesaikan proses verifikasi dan catatan kami menunjukkan bahwa Anda tidak memiliki disetujui (pengecualian). Akibatnya, Anda tidak mematuhi Kebijakan dan pekerjaan Anda dijadwalkan berhenti pada hari Sabtu, 15 Januari 2022,”
ADVERTISEMENT
Awalnya Nike menargetkan akan melakukan aktivitas kantor secara hybrid pada 10 Januari 2022. Namun, rencana tersebut untuk sementara diundur terkait merebaknya varian baru COVID-19 Omicron.
Disamping itu, Columbia Sportswear, lini pakaian olahraga lain yang berbasis di Oregon juga menerapkan langkah serupa. Dikabarkan, perusahaan tersebut akan mulai mengambil tindakan pada 01 Februari mendatang.
Ketentuan mewajibkan seluruh pegawainya untuk divaksin telah diberlakukan juga oleh perusahaan besar lain, seperti Microsoft dan Citigroup.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020