Konten dari Pengguna

25 Puisi Kemerdekaan Singkat Peningkat Semangat Nasionalis

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 10 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi puisi kemerdekaan singkat. Foto: pixabay.com.
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi puisi kemerdekaan singkat. Foto: pixabay.com.

Daftar isi

Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia banyak diisi dengan berbagai lomba di sekolah. Salah satunya membuat hingga membaca puisi kemerdekaan singkat dengan berbagai hadiah.

Lomba membaca puisi menjadi salah satu cara untuk membangkitkan semangat nasionalisme, patriotisme, hingga bela negara di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, Artikel ini akan mengungkap berbagai puisi kemerdekaan singkat untuk jadi referensi.

Contoh Puisi Kemerdekaan Singkat

ilustrasi puisi kemerdekaan singkat. Foto: unsplash.com.

Merangkum dari buku Merengkuh Kemerdekaan (Sederet Puisi) karya Rima Putri Utami,dkk., buku Spesial Antologi Puisi Bertajuk Hari Kemerdekaan Indonesia karya Shinta N, dkk., berikut contoh puisi kemerdekaan singkat peningkat rasa nasionalisme.

1. Merdeka

Karya Rima Putri Utami

Mentari merekah bersinar kembali

Menyambut nuansa pagi berseri

Ayun langkah menuju janji

Janji bukti kekuatan negeri

Nan lepas dari segala macam misteri

Kuatkan hati kokohkan ragawi

Lonceng kekuatan telah abadi

Gelap itu kini bersinar lagi

Menyongsong binar-binar hati

Engkau bebas kuat menuju jaya

Negeri tercinta

Indonesia Merdeka

Di atas tangan pemuda bangsa

Yang tegak kokoh berwibawa lagi perkasa

2. Indonesia dalam Lindungan Tuhan

Karya Yogi Ermana

17 Agustus 1945 lalu adalah hari kemerdekaan Indonesia

Para orang tua ku yang terdahulu mereka bangga, mereka bersyukur

Mereka bersujud dan memanjat doa kepada Tuhan yang Maha Esa

Subhannallah, Allahu Akbar

Kebiadaban penjajah kini telah musnah

Penjajahan di atas dunia telah sirna

Kemerdekaan Indonesiaku kini telah dimulai

Puji syukur kehadirat-Mu ya Allah ya Rabb

Indonesia dilindungi oleh Tuhan yang Maha Kuasa

Mudah-mudahan para penjajah dapat bertobat dan kembali ke jalan Tuhan

Wahai Allah engkaulah pemilik nyawaku

Berkahilah hidupku selamanya

3. Tanyaku Sederhana

Karya Muhammad Sifak Almurtadho

Aku adalah seribu tahun lalu

Mencoba melawan semua kalah dan luka untuk kubawa pergi

Merenggut semua kalimat asa untuk Merdeka

Angkasa surya menompang semua deru ombak derita

Ringkus habis semuanya

Tanpa ada orang yang tersisa.

Semua tulisan-tulisan dari penyair terkenal ini adalah bukti nyata

Kalau dulu negara ini menelan jutaan jiwa sampai Merdeka!

Saat ini, negara ini dijajah mati oleh pribumi sendiri

Bukannya benar pertanyaanku?

Sudahi semua pertingkaian ini, atau merdeka dua kali?

Ringkus peristiwa!

Kita Merdeka karena kita berbeda!

4. Indonesiaku

Karya: Diyah Fadilah

Indonesiaku,

Kini kau tlah terlepas dari belenggu penjajahan

Dulu ditindas, ditebas hingga dirampas

Hingga satu persatu rakyat tewas,

Indonesiaku,

Terbebas dari penjajah tak semudah membalik tangan

Detik demi detik merelakan keringat bertetesan

Satu malam pun serasa ribuan tahun

Indonesiaku,

Kini sang dwiwarna telah berkibar

Semerbak harumnya bagaikan mawar

Sampaia tak terasa puluhan tahun terlewatkan

Indonesiaku

Semoga kisahmu tak pernah puas

Tak hanya suka namun juga duka

Bukan hanya tinggal sebuah cerita

5. Semangat Tanpa Batas

Karya Selvi Sundari Sinaga

Waktu itu, aku belum ada di situ

Menyaksikan segala pilu

Darah dan keringat menjadi satu sepotong-potong badan berhamburan

Kau rela mati demi kebenaran

Karna hanya satu dipikirkan

Untuk menggapai kemenangan

Sungguh tak heran

Itulah jasamu pahlawan

Semangat yang tak pernah luntur

Maju tak kan pernah muncur

Kau siap meluncur

Api berkobar membara

Sampai menggoyangkan dunia

Hanya karena mempertahankan Mutiara

Itulah negara kita

Indonesia

Baca Juga: 5 Puisi tentang Pahlawan untuk Memeringati Hari Pahlawan

6. Garuda Sejati

Karya Siti Sara Fhariza

Aku coba melihat kembali

Menyibak tirai sejarah pahit

Terpampang luka dan air mata

Pekak jerih tangis sengsara

Garudaku yang malang bersimbah luka

Derita nestapa melanglang buana

Dia jauh dari kata “buang-buang saja”

Garudaku diserang

Dia diterjang lawan, dihantam kawan

Pertahannya hampir runtuh

Bangkit, bangkit garudaku

Apakah engkau gentar?

Kurasa tidak

Garudaku tak gentar

Dia datang bagi sang negeri

Langkahnya gagah berani

Bergegas menyudahi perih

Kiniku lihat sendiri

Negeriku terbingkai rapi dalam sanubari

ilustrasi puisi kemederkaan singkat. Foto: unsplash.com.

7. Ku Sampaikan Pesan Pertiwi

Karya: Muhammad Sifak Almurtadho

Sejarah negeri ini

142 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk bersiap mati

Yang kita masak bambu runcing

Yang kita makan senapan dan granat

Kita bunuh satu, kita mati seratus

Kerja tak diupah

Tak kerja berarti siap mati

Sial!

Kalau aku hidup 1000 tahun lagi

Ku ingin sapa tanpa rasa

Dalam doa saja menjelma

Seakan penjajahan tak terjadi lagi

Aku sudah begitu lelah mendengarkan deru sejarah

Tolong!

Tolong saja negeri ini, jangan sampai jadi porak poranda lagi.

8. Terima kasih Pahlawan

Karya Muhammad Fadhlan Mutashim

Oh Pahlawan….

Karena jasamukan kita Merdeka

Hidup di ujung Barat hingga Timur

Tanpa takut dan gugup yang membara

Kau rela gugur demi kami

Kau rela miskin demi kami

Kau rela menderita demi kami

Menembus zaman hingga canggih

Tak terbayang jika keberanianmu itu tak ditumbuhkan dalam hati Para pahlawan

Tak terbayang jika kesabaranmu itu tak menyertai derita para Pahlawan

Tak terbayang jika semangat itu tak membakar bara para pahlawan

Kami para pemuda bangsa Indonesia

Berterima kasih untuk jasa jasamu Para Pahlawan

Karena perjuangan yang luar biasa kalian

Yang membuat bangsa Indonesia bisa menikmati udara kemerdekaan

9. Anak Muda

Karya Reni Lestari

Wahai anak muda

Sekarang kita bisa menghirup udara dengan bebas

Kita bisa menikmati keindahan negara ini

Wahai anak muda sekarang kitab isa bersenang-senang

Tanpa melihat kebelakang

Tanpa melihat perjuangan para pejuang

Para pejuang yang rela mengorbankan nyawa

Mengorbankan keluarga

Mengorbankan apapun

Dengan tulus, gigih, dan semangat

Dengan tetesan darah, cucuran keringat dan linangan air mata

Demi apa! demi terwujudnya cita-cita

Demi kemerdekaan negara

Demi masa depan kita

Wahai anak muda

Apa kita hanya akan berdiam diri saja?

ilustrasi puisi kemerdekaan singkat. Foto: unsplash.com.

10. Pejuang bangsa

Karya Adele Nur Afida Salsabila

Kobaran api meluluh lantakkan kebengisan

Gemuruh takbir menyeru di seluruh negeri

Allahu akbar

Allahu akbar….

Tetesan darah kau tumpahkan untuk kemerdekaan

Hembusan nafas terakhirmu

Kau sempatkan sepata kat

Merdeka..

merdekaa….

Bangsaku Indonesia

Kini kau mengukir sejarah keberanianmu

Perjuanganmu meniadakan ketidakadilan

Kobaran semangat tekatmu

Mengabulkan kemerdekaan bangsa Indonesia

Ku ucapkan selamat jalan, pejuang bangsa

Kini ku merindukan sosok pejuang, di diri anak-anak bangsa

Salam pejuang bangsa

11. Merdeka

Karya Dhien Maharani

Waktu terus berlalu

Hari terus berganti

Dan darah ditubuh ku terus mengalir

Darah Indonesiaku

Indonesia

Banyak darah yang telah tumpah hanya untuk dirimu

Banyak nyawa yang telah hilang hanya untuk dirimu

Berkorban untuk dirimu

Berjuang untuk dirimu

Indonesia

Kini aku berdiri untuk dirimu

Mempertahankan kemerdekaanmu

Sebagai buktiku bahwa aku

Cinta kepadamu

Merdeka

Sebuah hasil dari perjuangan ini

Sebuah hasil dari pengorbanan ini

Untukmu untuk Indonesiaku

ilustrasi puisi kemerdekaan singkat. Foto: unsplash.com.

12. Aku Ingin Menjadi

Karya SIM

Aku ingin menjadi

Kerlip bintang di langit negeriku

Aku ingin menjadi,

Kepak saya di tubuh bangsaku

Aku ingin menjadi,

Pohon padi untuk pangan rakyat negeriku

Aku ingin menjadi,

Tanaman tebu untuk pemanis dahaga bangsaku

Ini ungkapan hatiku

Akan makna kepahlawanan

Sebagai anak bangsa, generasi muda

Yang bangga menjadi Indonesia

13. Kata Merdeka

Karya Suyono

Tak terhitung darah bertumpah membanjiri persada

Ribuan nyawa melayang bersama dentuman bom penjajah

Yang tersisa berjuang mati-matian

Demi mengusir penjajah melawan penjajah

Pahlawan engkau rela berkorban

Demi terwujudnya kata Merdeka

Jasa akan kami kenang

Begitu juga pengorbananmu

Hari ini adalah hari kemerdekaan

Dimana pad ahari ini bangsa Indonesia

Memperingati hari kelahiranmu

Semangat para pahlawan

Juga tertanam di dalam diri ita

Saat ini Indonesia telah Merdeka

Jayalah Indonesia, Merdeka

14. Kemerdekaan

Karya Suyono

Di hari kemerdekaan

Hari yang begitu ditunggu setiap tahun

Telah berulang tahun yang ke-79

Hasil perjuangan para pahlawan

Bangsa Indonesia, bangsa telah Merdeka

Bendera merah putih telah berkibar dengan gagahnya

Pada tanggal 17 Agustu 2024

Kibarannya seirama dengan hembusan sang bayu

Mengenang para pahlwan

Wajib kita lakukan

Bagi anak-anak harus harus tetap semangat

Untuk mengisi kemerdekaan

Merdeka untuk bangsaku

Merdeka untuk negeriku

Semangat untuk semuanya

15. Mengisi Kemerdekaan

Karya Suyono

Mengisi kemerdekaan ini

Aku adalah pejuang kedua orang tuaku

Karena saya orang yang tak mampu

Dan aku akan mewujudkan mimpiku

Menjadi tulang punggung keluarga

Dan saya akan membahagiakan kedua orangtuaku

Aku akan menjadi panutan bagi adik-adikku

Demi terwujudnya cita-cita mereka

Agar kebahagiaan menyeleimuti raga orang tuaku

Permata indah impian mereka

Tergenggam erat dalam dekapannya

Kerutan-kerutan wajah terlihat bak gelombang

Saat seyuman merekah di bibirnya

Bayangan ini, akan menjadi penyemangat

Untukku berjuang melawan derasnya

Arus kehidupan, yang bisa membuatku terhanyut

Jika tak mampu

16. Pahlawanku

Karya: Suyono

Saat kutatap fotomu

Di di setiap ruangan kelas

Berjejer figura-figura yang terlihat rapi

Dalam hari aku mengagumimu

Tatapanmu tajam, seakan ingin penjajah cepat pergi

Kepalan tanganmu menunjukkan kharismamu

Sebagai orang yang tangguh

Bangga pernah memilikimu

Pahlawanku

Perjuanganmu kini kami nikmati

Mampukah kami mengisi hasil perjuanganmu

Jasau akan ku kenang selalu

Sampai akhir hayat hidupku

Takkan rapuh semangatku

Mengingat akan perjuanganmu

Yang telah gugur di medan tempur

Ragamu telah pergi, tapi semangatmu tetap hadir di tengah kami

Terimakasih atas perjuanganmu

Walau kami hanya bisa menatapmu melalui bingkai foto

Merah putih menjadi saksi bisu nasibmu

Semangat ini

Yang selalu berkibar di hatiku

Ilustrasi puisi tentang kemerdekaan. Foto: pexels.com.

17. Pejuang Kemerdekaan

Karya Rahma Ardhy

Merah darahmu menggelora

Semangat juangmu membara

Tak pernah padam

Meski harus berkorban nyawa

Meski harus menderita

Kau telah memperjuangkan

Kemerdekaan Indonesia

Dengan perkasa

Dengan susah payah

Tanpa keluh kesah

Tak akan kami sia-siakan hasil

Perjuanganmu

Akan kami isi dengan membangun negeri

Agar Indonesia semakin mandiri.

18. Pengorbanan

Karya Siti Halimah

Mengucur deras keringat

Membasahi tubuh yang terikat

Membawa angan jauh entah kemana

Bagaikan pungguk merindukan bulan

Jiwa ini terpuruk dalam kesedihan

Pagi yang menjadi malam

Bulan yang menjadi tahun

Sekian lama telah menanti

Dirinya tak jua lepas

Andai aku sang Ksatria

Aku pasti menyelamatkanya

Namun semua hanya mimpi

Dirinyalah yang harus berusaha

Untuk membawa pergi dari kegelapan abadi

19. Dirgahayaku Negeriku

Karya Joeti

Kami mencintaimu

Dengan ribuan gugusan

Pulau-pulaunya

Kami mencintaimu

Dengan jutaan

Keanekaragaman budayanya

Lahir di tanah ibu pertiwi

Dan akan tetap menjaga

Keindahan negeri

Hingga tulang belulang

Kami menyatu dengan

Tanah negeri ini

20. Bela Negara

Karya: Dilla Hardina Agustiani

Kobar semangat terus membara

Menyulut asa tuk bela negara

Berkorban jiwa serta raga

Usir penjajah dari tanah air kita

Ratusan nyawa pahlawan telah melayang

Mereka dengan gagah berani berperang

Menebas ketidakadilan walau penuh rintang

Agar tak ada lagi rakyat yang terkekang

17 Agustus kita telah merdeka

Perjuangan para pahlawan tak sia-sia

Terluka parah bahkan hilang nyawa pun rela

Demi melihat generasinya hidup damai sentosa

21. Kebebasan

Karya Yamin

Kebebasan memberi kesejukan di bumi pertiwi

Bebas tanpa jerit penindasan

Bebas dari deru keadaan

Kini anak manusia tersenyum bahagia

Problematika kemerdekaan telah lewat

Anak negeri mudah menggapai mimpi

Tak sekeras kerja rodi melelahkan diri

Kini kita telah bebas Bebas melindungi tanah air

Sudah berada di tempat yang berdaulat

Kita bisa satukan bangsa

Sampai Indonesia terus berjaya

22. Indonesiaku

Karya: Gufron Nawawi

Indonesiaku

Hari ini ulang tahunmu

Aku sangat bersukacita

Aku sangat gembira

Aku tak peduli tentang keadaanmu saat ini

Aku tak peduli tentang kesedihanmu hari ini

Aku tak peduli tentang korupsi para pejabat, narkotika, dan sebagainya

Aku tak peduli tentang apapun yang terjadi padamu

Bukan karena aku tak sayang

Tapi aku hanya ingin merayakan hari ini bersamamu

Hari yang sakral

17 Agustus 1945

Kau merdeka!

23. Merdeka itu Mahal

Karya Ahza Purnama

Jika kau ingin bebas

Jika kau ingin tak terikat

Jika kau ingin tak tertekan

Jika kau ingin hidup damai

Berarti kau ingin merdeka kawan

Tapi apa yang kau buat

Apakah sudah berkorban

Apakah sudah juang

Apakah sudah perang

Atau hanya berpangku tangan kawan

Tahukah kau

Ribuan jiwa runtuh tertimbun

Untuk membebaskan pertiwi dari penjajah keji

Walau darah membanjiri raga kawan

Ingat merdeka itu mahal

24. Satu Kata “Merdeka”

Karya Yamin

Hingga detik ini

Darah tertumpah membanjiri persada

Ribuan nyawa melayang

Tulang belulang berserakan

Sebuah pengorbanan yang harus dibayar mahal

Demi terwujudnya kata

Merdeka

Jiwa gugur tak terhitung jumlahnya

Darah segar merasuk di sela-sela tanah air

Dengan bangga jasadmu tersenyum

Menyaksikan kemerdekaan negeri tercinta

25. Menatap Merah Putih

Karya Sapardi Djoko Darmono

Menatap merah putih

Melambai dan menari-nari di angkasa

Kibarannya telah banyak menelan korban nyawa dan harta benda

Berkibarnya merah putih

Yang menjulang tinggi di angkasa

Selalu teriring senandung lagu Indonesia Raya

Dan tetesan air mata

Dulu, ketika masa perjuangan pergerakan kemerdekaan

Untuk mengibarkan merah putih harus diawali dengan pertumpahan darah

Pejuang yang tak pernah merasa lelah untuk berteriak : Merdeka!

Menatap merah putih

Adalah perlawanan melawan angkara murka

Membinasakan penindas dari negeri tercinta Indonesia

Menatap merah putih

Adalah bergolaknya darah demi membela kebenaran dan azasi manusia

Menumpas segala penjajahan di atas bumi pertiwi

Menatap merah putih

Adalah kebebasan yang musti dijaga dan dibela

Kibarannya di angkasa raya

Berkibarlah terus merah putihku dalam kemenangan dan kedamaian

(IPT)