Bahaya Kabut Asap bagi Kesehatan Organ Pernapasan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
Konten dari Pengguna
24 November 2021 14:17
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bahaya Kabut Asap bagi Kesehatan Organ Pernapasan (36427)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kebakaran hutan menyebabkan kabut asap yang berbahaya bagi organ pernapasan. Foto: Freepik
ADVERTISEMENT
Kabut asap tidak hanya berdampak buruk bagi lingkungan, tetapi juga kesehatan khususnya organ pernapasan. Menurut Sri Lestari dalam buku Get Smart Ilmu Pengetahuan Sosial, kabut asap pada umumnya terjadi akibat kebakaran hutan.
ADVERTISEMENT
Selain kebakaran hutan, kabut asap juga dapat disebabkan oleh kendaraan bermotor maupun asap pabrik. Kandungan kabut asap tergolong berbahaya karena mengandung zat beracun yang berpotensi mengancam kesehatan manusia.

Komposisi Kabut Asap

Mengutip laman kemkes.go.id, komposisi kabut asap terdiri dari partikel dan gas, seperti karbon monoksida, karbon dioksida, nitrogen oksida, ozon, sulfur dioksida, dan sebagainya. Adapun partikel yang timbul akibat kebakaran hutan disebut dengan particulate matter (PM).
Particulate matter biasanya berukuran lebih dari 10 μm (mikrometer). Ukuran partikulat tersebut dapat mengiritasi mata, hidung, dan tenggorokan. Sementara itu, partikel sangat halus yang berukuran kurang dari 10 μm dapat masuk ke dalam paru.
Bahaya Kabut Asap bagi Kesehatan Organ Pernapasan (36428)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kabut asap yang berbahaya bagi kesehatan organ pernapasan. Foto: Pixabay.com

Bahaya Kabut Asap bagi Kesehatan Manusia

Melansir laman bnpb.go.id, bahaya yang ditimbulkan oleh kabut asap antara lain:
ADVERTISEMENT
  1. Menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan. Selain itu, menyebabkan reaksi alergi, peradangan, bahkan infeksi.
  2. Memperburuk asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronis, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), dan sebagainya.
  3. Kemampuan kerja paru menjadi berkurang sehingga menyebabkan seseorang mudah lelah dan kesulitan bernapas.
  4. Bagi manula, anak-anak, dan mereka yang punya penyakit kronis, lebih rentan untuk menderita gangguan kesehatan.
  5. Kemampuan paru dan saluran pernapasan dalam mengatasi infeksi berkurang, sehingga menyebabkan kerentanan infeksi.
  6. Memperburuk penyakit kronis lainnya.
  7. Memunculkan sumber polutan bagi lingkungan.
  8. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) semakin mudah terjadi.
Bahaya Kabut Asap bagi Kesehatan Organ Pernapasan (36429)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penderita ISPA. Foto: Freepik

Bahaya Kabut Asap bagi Kesehatan Organ Pernapasan

Uraian di atas cukup menjelaskan bahaya kabut asap bagi kesehatan organ pernapasan. Kabut asap rentan menginfeksi organ pernapasan karena partikel berbahayanya dapat terhirup manusia.
ADVERTISEMENT
Menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan, kabut asap dapat meningkatkan risiko gangguan paru-paru. Misalnya, emfisema dan infeksi saluran pernapasan lainnya.
Kandungan zat dan partikel hasil pembakaran juga bersifat iritatif dan dapat memperburuk kondisi penderita PPOK maupun penyakit pernapasan lainnya. Sebab, partikulat tersebut membuat paru-paru meradang.
Selain bersifat iritatif, berbagai zat dan partikel dalam kabut asap memiliki sifat karsinogenik. Artinya, seseorang yang terpapar kabut asap dapat mengalami risiko terjangkit kanker paru-paru.

Cara Melindungi Diri dari Kabut Asap

Dalam buku Mandiri Belajar Tematik SD/MI Kelas 5 Semester 1 oleh Nidaul Janah, terdapat empat cara untuk melindungi diri dari paparan kabut asap di antaranya:
  1. Selalu memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah.
  2. Mengurangi aktivitas di luar rumah.
  3. Menutup rapat tempat penampungan air minum dan makanan.
  4. Mengupayakan agar asap tidak masuk ke dalam ruangan.
ADVERTISEMENT
(ANM)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020