Konten dari Pengguna

Branding adalah Cara Perusahaan Membangun Citra Bisnisnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi branding. Sumber: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi branding. Sumber: Pexels

Branding adalah upaya suatu perusahaan dalam membangun citra bisnis. Untuk mendirikannya, perusahaan tak hanya membutuhkan perencanaan produksi yang matang, melainkan juga strategi branding yang efektif.

Dalam bahasa Indonesia branding sama dengan penjenamaan. Istilah tersebut berarti cara suatu perusahaan dalam menciptakan karakter, orientasi, dan semacamnya yang ingin ditunjukkan atau ditanamkan ke khalayak.

Dalam melakukannya, diperlukan pemahaman mengenai target pasar, produk, atau layanan yang diberikan. Sehingga, upaya penjenamaan nantinya bisa sesuai dengan yang diinginkan target pasar.

Seputar Branding

Menurut Kotler dalam buku berjudul Marketing Management Millenium Edition, brand merupakan nama, istilah, simbol, tanda, rancangan, atau kombinasi dari semua unsur. Hal itu digunakan untuk mengenali produk atau jasa dari seseorang atau kelompok penjual pesaingnya.

Namun, brand tidak hanya sekadar unsur-unsur tersebut. Sebuah merek dapat memberikan gambaran terhadap pelayanan apa yang akan diberikan suatu perusahaan terhadap khalayak. Upaya untuk menciptakan hal ini disebut dengan branding.

Ilustrasi branding. Sumber: Pexels

Mengutip dari Jurnal Channel Volume 5 Nomor 1 yang ditulis Muhamad Nastain, perlu dilakukan langkah-langkah terencana ketika menyusun konsep branding perusahaan, antara lain sebagai berikut ini.

a. Memperlakukan Brand Sebagai Aset

Brand bukanlah sesuatu yang hadir tanpa perhitungan yang matang. Jenama tersebut hadir dengan konsep perhitungan yang tinggi dan memiliki tujuan jangka panjang serta terencana.

b. Membangun Brand

Portofolio brand perusahaan terkadang memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lain, sehingga bisa saling mendukung. Beberapa metode dasar yang bisa digunakan dalam membangun brand antara lain membangun dan melekatkan jenama.

c. Menjaga Ekuitas Brand

Ekuitas atau modal brand mencakup tingkat nilai produk yang melekat pada merek. Dalam perspektif perusahaan, nilai ekuitas sangat terkait dengan eksistensi produk. Semakin dinilai penting oleh konsumen, sebuah jenama semakin menempati posisi prioritas untuk dijadikan alasan untuk membeli.

d. Mempertahankan Brand

Agar mampu bersaing dan memenangkannya, diperlukan strategi yang komprehensif dan langkah taktis untuk menghadapi pertarungan pasar maupun kompetitor.

Salah satu ancaman matinya brand adalah saat konsumen tak lagi mempertimbangkan jenama sebagai salah satu opsi dalam daftar belanja. Hal itu dapat terjadi karena segmentasi pasar, harga yang kompetitif, sampai selera pasar yang tidak terpenuhi.

(AMP)