Konten dari Pengguna

‎Hotel Pertama di Bulan yang Ramai Diperbincangkan

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hotel pertama di bulan, foto: unsplash/Ganapathy Kumar
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hotel pertama di bulan, foto: unsplash/Ganapathy Kumar

Gagasan tentang hotel pertama di bulan kini tidak lagi sebatas fiksi ilmiah. Perusahaan rintisan asal San Francisco, GRU Space, mengumumkan rencana pembangunan hotel di permukaan bulan yang memanfaatkan material tanah bulan atau regolith sebagai bahan bangunan utama.

Proyek ini diproyeksikan menjadi tonggak sejarah arsitektur luar angkasa sekaligus membuka era baru pariwisata lunar berkelas tinggi. Hotel bulan ini dirancang sebagai bagian dari strategi jangka panjang GRU Space dalam membangun hunian permanen di luar Bumi.

Tahap awal proyek akan difokuskan pada pariwisata bulan eksklusif, sebelum akhirnya berkembang menjadi struktur permanen yang mampu menopang kehidupan manusia dalam jangka panjang.

Konsep Hotel Pertama di Bulan dan Teknologi yang Digunakan

Ilustrasi hotel pertama di bulan, foto: unsplash/Manuel Moreno

Mengutip situs dezeen.com, konsep hotel pertama di bulan dari GRU Space menampilkan desain futuristik dengan rotunda pusat dan oculus yang dihubungkan oleh tiga kolonnade tertutup menuju bangunan-bangunan kecil.

Fasadnya menampilkan kolom bergaya Doric dengan tekstur abu-abu, mencerminkan penggunaan batu bata yang dibuat dari tanah bulan.

GRU Space menjelaskan bahwa hotel versi akhir akan dibangun menggunakan sistem modul hunian khusus yang dikombinasikan dengan proses otomatis untuk mengubah regolith bulan menjadi bata yang kokoh.

Namun, versi awal hotel atau V1 akan berupa struktur tiup yang dibuat di Bumi, lalu dikirim dan diuji langsung di permukaan bulan. Tahap ini ditargetkan terpasang pada tahun 2032.

Hotel lunar ini direncanakan mampu menampung hingga 10 tamu, dengan akses transportasi menggunakan penerbangan luar angkasa komersial dari perusahaan seperti SpaceX dan Blue Origin.

Target pasarnya meliputi petualang, peserta penerbangan luar angkasa berulang, hingga pasangan yang ingin merasakan pengalaman bulan madu yang ekstrem dan berbeda.

Peluncuran proyek ini juga dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah Amerika Serikat yang mendorong pembangunan pangkalan permanen di bulan pada 2030.

Dukungan dari program Artemis NASA serta meningkatnya privatisasi industri luar angkasa memperkuat peluang realisasi proyek ini.

Keberadaan hotel pertama di bulan menandai perubahan besar dalam cara manusia memandang eksplorasi luar angkasa.

Dari misi ilmiah menjadi pengalaman wisata dan hunian permanen, proyek GRU Space menunjukkan bahwa masa depan kehidupan di luar Bumi semakin dekat dan nyata. (Echi)

Baca juga: Bansos Lansia Bulan Januari 2026 Kapan Cair? Cek di Sini