Jadwal Musim Kemarau 2026 Berdasarkan Prediksi BMKG

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jadwal musim kemarau 2026 berdasarkan prediksi BMKG menunjukkan bahwa peralihan musim di berbagai wilayah Indonesia terjadi secara bertahap dengan waktu yang berbeda-beda di setiap daerah.
Perbedaan waktu terjadinya musim kemarau tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor dinamika atmosfer dan kondisi geografis masing-masing wilayah.
Selain itu, pola pergerakan angin, suhu permukaan laut, serta interaksi antara daratan dan lautan turut memberikan kontribusi terhadap variasi awal musim kemarau di Indonesia.
Jadwal Musim Kemarau 2026 di Berbagai Wilayah
Dikutip dari Prediksi Musim Kemarau Tahun 2026 di Indonesia, oleh Kukuh Prasetyaningtyas (2026), dalam situs bmkg.go.id, jadwal musim kemarau 2026 berdasarkan prediksi BMKG yaitu sebagian besar kawasan di Indonesia diperkirakan musim kemarau secara bertahap pada tahun 2026.
Proses peralihan ini diprediksi dimulai pada bulan April yang mencakup sekitar 114 Zona Musim (ZOM) atau setara dengan 16,3%, kemudian meningkat pada bulan Mei menjadi 184 ZOM (26,3%), dan berlanjut pada bulan Juni sebanyak 163 ZOM (23,3%).
Awal kemarau ini diperkirakan bermula dari wilayah Nusa Tenggara, lalu menyebar secara perlahan ke berbagai daerah lain di Indonesia hingga mencakup sebagian besar wilayah.
Jika dibandingkan dengan kondisi normalnya, awal musim kemarau di banyak wilayah Indonesia diprediksi terjadi lebih cepat dari biasanya atau mengalami kemajuan waktu pada sekitar 325 ZOM (46,5%).
Sementara itu, sejumlah wilayah lainnya, yaitu sekitar 173 ZOM (23,7%), diperkirakan mengalami awal musim kemarau yang relatif sama dengan pola klimatologis normal.
Dari sisi curah hujan, akumulasi hujan selama periode kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diproyeksikan berada di bawah kondisi normal.
Hal ini ditunjukkan oleh sekitar 451 ZOM (64,5%) yang diprediksi mengalami tingkat curah hujan yang lebih rendah dari biasanya, sehingga kondisi musim kemarau cenderung lebih kering dibandingkan rata-rata tahun-tahun sebelumnya.
Selanjutnya, puncak musim kemarau di Indonesia diperkirakan akan terjadi pada bulan Agustus 2026, dengan cakupan sekitar 429 ZOM (61,4%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah akan mengalami kondisi kering paling intens pada periode tersebut.
Jika ditinjau dari waktu terjadinya puncak kemarau, mayoritas wilayah Indonesia diprediksi akan mengalaminya lebih awal dari waktu normal, yaitu pada sekitar 410 ZOM (58,7%).
Sementara itu, sekitar 142 ZOM (20,3%) diperkirakan mengalami puncak kemarau yang berlangsung sesuai dengan periode normalnya.
Selain itu, durasi musim kemarau di Indonesia pada tahun 2026 juga diperkirakan cenderung lebih panjang dibandingkan kondisi biasanya.
Hal ini terlihat dari sekitar 400 ZOM (57,2%) yang diproyeksikan mengalami periode kemarau dengan durasi yang lebih lama, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di beberapa wilayah.
Itulah jadwal musim kemarau berdasarkan prediksi BMKG. Musim kemarau tahun 2026 di Indonesia berpotensi datang lebih awal, berlangsung lebih kering, dan memiliki durasi yang lebih panjang dibandingkan kondisi normal. (IF)
Baca juga: Kapan Puncak Musim Hujan 2026? Ini Prediksi Terbarunya
