Jenis Investasi dan Risikonya yang Wajib Diketahui Pemula

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Investasi merupakan kegiatan menanam modal dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa depan. Ada banyak jenis investasi yang tersedia dan bisa dipilih sesuai tujuan berinvestasi.
Secara umum, tujuan investasi adalah memenuhi kebutuhan di masa mendatang. Simak uraian mengenai jenis investasi berdasarkan waktu dan risikonya berikut ini.
Jenis-jenis Investasi Berdasarkan Jangka Waktu
Saat berniat untuk berinvestasi kamu harus mempertimbangkan jangka waktu investasi. Mengutip dari Karakteristik Perusahaan dan Metode Estimasi Tobin's Q oleh Nita Merlianawati, menurut waktunya, jenis investasi adalah sebagai berikut:
Investasi Jangka Panjang
Investasi jangka panjang berlangsung minimal satu hingga sepuluh tahun bahkan belasan tahun. Salah satu tujuan investasi jangka panjang adalah dana pensiun.
Investasi jangka panjang merupakan salah satu jenis investasi yang menguntungkan. Contoh instrumen investasi jangka panjang antara lain logam mulia, saham, dan properti.
Investasi Jangka Pendek
Biasanya investasi jangka pendek terjadi selama kurang dari satu tahun sampai tiga tahun saja. Jenis instrumen yang meliputi investasi jangka pendek antara lain deposito, reksa dana pasar uang, atau surat utang negara jangka pendek.
Jenis Investasi Jangka Panjang
Investasi jangka panjang merupakan kegiatan menanam modal dalam waktu lama untuk mendapatkan keuntungan. Durasi waktu yang dibutuhkan mulai dari satu tahun hingga di atas 10 tahun. Berikut jenis-jenis investasi jangka panjang beserta contohnya:
Saham
Saham merupakan instrumen investasi yang paling populer di Indonesia. Saham dikatakan sebagai investasi jangka panjang karena perusahaan selalu membagikan keuntungan ke penanam modal setiap tahun. Semakin besar jumlah investasi, semakin besar keuntungan yang diperoleh dari dividen tersebut.
Investasi Emas
Emas menjadi salah satu instrumen investasi jangka panjang yang menjanjikan. Menurut buku Cerdas Investasi Emas karya William Tanuwidjaja, hal itu karena nilai jual emas cenderung stabil.
Emas menjadi pilihan investasi bagi pemula karena memiliki risiko yang rendah. Ada beberapa jenis emas untuk investasi yang umum digunakan, yakni:
1. Emas Perhiasan
Emas perhiasan dibuat dari emas yang dilebur dan dicampur dengan logam lain. Emas ini akan dibentuk menjadi perhiasan, seperti cincin, kalung, gelang, atau anting. Emas perhiasan yang dijadikan instrumen investasi akan dikenakan biaya pembuatan saat membeli ataupun saat menjualnya kembali.
2. Emas Batangan
Emas batangan dijual mulai dari 1 gram, 2 gram, 3 gram, 5 gram, dan seterusnya hingga 1.000 gram atau lebih. Harga emas batangan di Indonesia mengikuti harga emas di pasar internasional. Jika harga emas batangan di pasar internasional naik, di Indonesia juga naik.
3. Koin Emas
Pada dasarnya koin emas sama dengan emas batangan. Bedanya koin emas berupa koin. Bentuk koin emas bisa berupa koin emas cetakan, koin emas mata uang, dan koin emas kuno.
Properti
Jenis investasi jangka panjang lainnya adalah properti. Untuk memulai investasi ini kamu harus mengeluarkan modal yang besar. Meski begitu keuntungan yang didapat juga besar, apalagi peluang merugi pada jenis investasi ini sangat kecil.
Jenis Investasi Jangka Pendek
Melansir dari etd.unsam.ac.id, investasi jangka pendek bersifat sementara dan keuntungan bisa ditarik lagi dalam jangka waktu yang lebih sebentar. Investasi jenis ini berkisar kurang lebih satu tahun.
Investasi jangka pendek bisa memberikan keuntungan besar bagi para investor dari modal yang dialokasikan dan naiknya suku bunga yang berubah dari waktu ke waktu. Berikut jenis-jenis investasi jangka pendek:
Reksa dana
Reksa dana merupakan instrumen investasi yang dikumpulkan dan dikelola sebagai modal investasi. Investasi jenis ini akan dikonversi ke dalam berbagai jenis produk, misalnya, saham, obligasi, dan lainnya.
Dana yang sudah terkumpul akan dikelola oleh manajer investasi. Reksa dana menjadi salah satu jenis investasi jangka pendek yang menguntungkan dan cocok dilakukan oleh milenial.
Deposito
Deposito ini mempunyai fungsi serupa dengan tabungan, yakni alat untuk menyimpan dana. Kamu bisa memilih jangka waktu untuk mengambil kembali modal investasi dan keuntungannya sesuai keinginan.
Fintech Peer to Peer (P2P) Lending
Fintech Peer to Peer (P2P) Lending merupakan produk investasi baru yang memakan waktu mulai dari enam bulan sampai dua tahun. Pada investasi jangka pendek, investor akan menanamkan modalnya ke UMKM Indonesia untuk mengembangkan usaha. Modal awal untuk investasi jenis ini mulai dari Rp100 ribu saja.
Jenis dan karakterisitik investasi jangka pendek:
Keuntungan investasi jangka pendek lebih sedikit jika dibandingkan dengan investasi jangka panjang.
Aset bisa diperjualbelikan atau dicairkan ke dalam uang tunai secara cepat dan mudah.
Berisiko lebih rendah.
Jangka waktu investasi kurang dari satu tahun.
Jenis Investasi untuk Pemula
Saat ini investasi semakin mudah dilakukan oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Jika berniat ingin berinvestasi, sebenarnya ada beragam instrumen investasi yang bisa memudahkan para investor untuk memilih jenis yang sesuai.
Namun perlu diingat bahwa tidak semua instrumen cocok diterapkan pada semua investor, apalagi investor pemula. Jenis investasi yang cocok untuk pemula antara lain deposito, logam mulia atau emas, reksa dana, dan P2P Lending.
Jenis Investasi Syariah
Jenis-jenis investasi syariah sangat beragam dan menguntungkan. Menurut buku Jurus Cerdas Investasi Syariah karya Ganjar Isnawan, investasi syariah merupakan kegiatan menanamkan modal berdasarkan syariat Islam.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan peraturan dan instrumen investasi sesuai prinsip hukum syariah berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI.
Jenis investasi syariah berdasarkan fatwa DSN-MUI antara lain reksa dana syariat, saham syariat, sukuk negara ritel, investasi emas syariat, obligasi syariat, deposito syariat, investasi properti, dan P2P lending
Jenis Risiko Investasi
Risiko investasi merupakan potensi rugi yang membuat tujuan investasi tidak tercapai. Seluruh jenis investasi, baik saham, emas, ataupun properti mempunyai risiko berbeda-beda. Sebab itu kenali jenis risiko investasi sebelum memulai berinvestasi berikut ini:
Risiko suku bunga, yakni risiko yang terjadi karena fluktuasi (naik turunnya) suku bunga, misalnya, pada obligasi. Jika suku bunga naik, obligasi berbunga tetap akan turun. Pun begitu sebaliknya.
Risiko inflasi, yaitu peluang arus kas dari investasi di masa mendatang tidak bernilai sebanyak sekarang. Hal itu terjadi karena adanya perubahan daya beli akibat inflasi.
Risiko pasar, ialah naik turunnya nilai aktiva bersih karena perubahan sentimen pasar keuangan. Penyebab perubahan dapat terjadi karena resesi ekonomi, isu, kerusuhan, dan lainnya.
Risiko likuiditas, risiko ini muncul akibat adanya kendala dalam menyediakan uang tunai pada jangka waktu tertentu.
Risiko valuta asing atau nilai tukar uang, ini terjadi karena perubahan kurs valas di pasaran. Risiko ini berhubungan dengan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain.
Risiko negara, risiko ini terjadi akibat kondisi politik negara. Misalnya jika ada perubahan ketentuan perundang-undangan, berisiko dan akan berdampak terhadap pendapatan.
Risiko reinvestment, yakni risiko penghasilan dari aset keuangan dengan begitu perusahaan wajib melakukan reinvestment.
(ZHR)
Frequently Asked Question Section
Apa saja jenis investasi jangka panjang yang menguntungkan?

Apa saja jenis investasi jangka panjang yang menguntungkan?
Logam mulia, saham, dan properti.
Apa saja jenis emas untuk investasi yang umum digunakan?

Apa saja jenis emas untuk investasi yang umum digunakan?
Emas Perhiasan, Emas Batangan, dan Koin Emas.
Apa saja jenis investasi syariat menurut MUI?

Apa saja jenis investasi syariat menurut MUI?
Reksa dana syariat, saham syariat, sukuk negara ritel, investasi emas syariat, obligasi syariat, deposito syariat, investasi properti, dan P2P lending.
