Memahami Apa Itu Paskibraka, Sejarah, hingga Proses Seleksinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Paskibraka identik dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Setiap anggota Paskibraka merupakan insan terpilih dari seluruh penjuru Nusantara.
Artikel ini mengungkap apa itu Paskibraka, sejarah, hingga tahapan seleksi yang perlu diikuti setiap siswa SMA sederajat yang ingin menjadi bagian dari Paskibraka Nasional Republik Indonesia. Simaklah penjelasan lengkapnya pada uraian berikut ini.
Apa Itu Paskibraka?
Paskibraka merupakan singkatan dari pasukan pengibar bendera pusaka yang termasuk dalam kegiatan bela negara. Dalam Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022, Paskibraka tak hanya disiapkan untuk menaikkan dan menurunkan bendera pada HUT RI.
Namun, Paskibraka menjadi program pengkaderan calon pemimpin bangsa yang memiliki karakter Pancasila. Sistem pembinaan dan pelatihan yang diterima setiap anggota terdiri dari berbagai macam.
Pembinaan dan pelatihan itu dalam bentuk pembelajaran aktif ideologi Pancasila, pemantapan nilai kebangsaan, pelatihan kepemimpinan dan baris berbaris, hingga pengasuhan generasi yang tangguh, mandiri, dan berkarakter Pancasila.
Pola pembinaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai kebangsaan. Dengan begitu, setiap anggota Paskibraka siap menjadi calon pemimpin bangsa yang memiliki jiwa nasionalisme, patriotisme, dan berkarakter Pancasila.
Sejarah Paskibraka
Berdasarkan laman resmi Paskibraka di paskibraka.bpip.go.id, gagasan Paskibraka muncul pada tahun 1946 dari Husein Mutahar, ajudan presiden dengan status Mayor Kelautan.
Pada tahun tersebut, Indonesia memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang pertama. Presiden Soekarno memerintahkan Husein untuk menyiapkan pengibaran bendera pusaka di halaman Istana Gedung Agung Yogyakarta.
Saat itulah, gagasan pengibaran bendera pusaka sebaiknya dikibarkan oleh pemuda dari seluruh penjuru Tanah Air. Sebab, setiap pemuda Indonesia merupakan generasi penerus perjuangan bangsa.
Karena gagasan itu belum bisa terlaksana, akhirnya Husein hanya menghadirkan lima orang pemuda, yakni 3 putra dan 2 putri. Para pemuda tersebut berasal dari berbagai daerah dan kebetulan sedang ada di Yogyakarta. Lima orang tersebut melambangkan Pancasila.
Pada tahun 1967, Husein Mutahar kembali dipanggil oleh Presiden Soeharto untuk menangani masalah pengibaran bendera pusaka. Dengan ide dasar pelaksanaan HUT RI di Yogyakarta, Husein mengembangkan formasi pengibaran bendera menjadi tiga kelompok.
Setiap kelompok tersebut memiliki nama yang sesuai dengan jumlah anggota dan dipakai hingga saat ini, yakni meliputi:
Pasukan 17 atau pengiring sebagai pemandu
Pasukan 8 atau pembawa bendera sebagai pasukan inti
Pasukan 45 atau pengawal
Jumlah ini merupakan simbol dari tanggal proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945. Kemudian mulai tanggal 17 Agustus 1969, anggota paskibraka yang bertugas di Istana Merdeka merupakan utusan dari seluruh provinsi di Indonesia. Setiap provinsi diwakili oleh sepasang remaja putra dan putri.
Istilah yang digunakan pada tahun 1967 sampai 1972 menggunakan Pasukan Penggerak Bendera Pusaka. Baru pada tahun 1973, Idik Sulaeman mengubah singkatan tersebut menjadi Paskibraka.
Pas dari kata Pasukan. Kib berasal dari kata Kibar yang mengandung arti Pengibar, Ra berasal dari kata Bendera dan Ka berarti Pusaka. Jadi, mulai saat itu singkatan anggota pasukan pengibar Bendera Pusaka menjadi Paskibraka.
Baca Juga: 5 Contoh Soal Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Paskibraka
Makna Simbol Paskibraka
Sebagai suatu organisasi bela negara, Paskibraka memiliki lambang atau simbol dengan berbagai filosofi. Menyadur buku Derap Langkah karya Umi Safitri dan Ratna Kusuma Dewi, simbol Paskibraka adalah bunga Teratai dengan rantai berbentuk lingkaran dan belah ketupat.
Lingkaran dan belah ketupat tersebut masing-masing berjumlah 16 buah. Makna dari lambang tersebut, yaitu:
Bunga Teratai yang tumbuh dari lumpur atau tanah dan berkembang di atas air memiliki makna bahwa anggota Paskibraka adalah pemuda yang tumbuh dari tanah air yang sedang berkembang dan membangun.
Bunga Teratai berdaun bunga tiga helai yang tumbuh ke atas dengan mahkota bunga memiliki makna belajar, bekerja dan berbakti.
Bunga Teratai berkelopak tiga helai mendatar bermakna aktif, disiplin dan gembira.
Mata rantai melambangkan persaudaraan yang akrab antar sesama generasi muda Indonesia dari berbagai pelosok penjuru tanah air, tanpa memandang suku, agama, status sosial, maupun golongan.
Makna Korps Paskibraka
Guna mempersatukan pasukan Paskibraka seluruh Indonesia, mulai dari nasional, provinsi, hingga kabupaten atau kota madya, BPIP menciptakan korps Paskibraka nasional. Lambang tersebut resmi digunakan pada tahun 1973.
Korps paskibraka berbentuk perisai berwarna hitam dengan garis dan huruf berwarna kuning. Di dalamnya berisi gambar sepasang anggota Paskibraka dalam bulatan putih dengan latar belakang bendera Merah Putih yang berkibar ditiup angin.
Korps ini juga dilengkapi dengan tiga garis horizon atau awan. Adapun makna dari korps Paskibraka tersebut adalah:
Bentuk perisai bermakna siap bela negara termasuk bangsa dan tanah air Indonesia.
Warna hitam melambangkan keteguhan dan sikap percaya diri
Sepasang anggota Paskibraka bermakna bahwa Paskibraka terdiri dari anggota putra dan putri yang memiliki keteguhan hati untuk mengabdi dan berkarya bagi pembangunan Indonesia.
Bendera Merah Putih yang berkibar bermakna bendera kebangsaan yang harus dijunjung tinggi oleh seluruh bangsa termasuk generasi muda.
Garis horizon tiga tingkat berbentuk awan menunjukkan tiga tingkat paskibraka yakni Nasional, Provinsi, dan Kabupaten atau Kotamadya.
Warna kuning melambangkan kebanggaan, keteladanan dalam hal perilaku dan sikap setiap anggota Paskibraka.
Seleksi Anggota Paskibraka
Seleksi anggota Paskibraka dipilih melalui seleksi berjenjang dari tingkat sekolah SMA/SMK sederajat, kemudian diseleksi kembali untuk membentuk paskibraka tingkat kota Madya. Nantinya, sepasang siswa terbaik dikirim untuk pembentukan Paskibraka tingkat provinsi.
Selanjutnya, diseleksi kembali untuk dikirim ke pembentukan Paskibraka tingkat Nasional. Aturan seleksi Paskibraka ditentukan sesuai daerah masing-masing.
Adapun beberapa tahapan seleksi paskibraka baik pada tingkat Kabupaten/Kota hingga Provinsi, yaitu:
Seleksi Administrasi
Seleksi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan
Seleksi Intelegensia Umum
Seleksi Kesehatan
Seleksi Parade
Seleksi Peraturan Baris Berbaris Dan Kesaptaan
Seleksi Kepribadian
Hasil Akhir
(IPT)
