Konten dari Pengguna
Mengenal Poppy Tall Syndrome, Fenomena yang Menarik Terhadap Kesuksesan
19 September 2025 19:49 WIB
·
waktu baca 2 menit
Kiriman Pengguna
Mengenal Poppy Tall Syndrome, Fenomena yang Menarik Terhadap Kesuksesan
Poppy Tall Syndrome adalah fenonema sosial yang merendahkan seseorang yang dianggap sudah meraih kesuksesan.Kabar Harian
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Poppy Tall Syndrome adalah fenomena sosial yang justru menekan orang-orang yang sukses. Istilah ini diketahui berasal dari Australia pada tahun 1980-an.
ADVERTISEMENT
Kesuksesan bagi sebagian besar orang, tidak datang dengan mudah. Banyak tantangan yang harus ditaklukkan dalam perjalanannya. Namun, Poppy Tall Syndrome justru merupaka fenoomena mengecilkan atau merendahkan seseorang yang sukes dan menonjol
Poppy Tall Syndrome Adalah Fenomena Sosial yang Dilandasi Kecemburuan dan Rasa Tidak Aman
Mengutip The Tall Poppy Syndrome: The Joy of Cutting Others Down, Douglas Garland (2022:1 ), Poppy Tall Syndrome adalah dari metafora “bunga poppy yang tinggi” yang ditebang, agar tumbuh dengan tinggi yang sama. Dalam realitas, hal ini berupa kritisi atau sikap menyerang dan merendahkan seseorang dengan kesuksesan lebih dari orang lain.
Ada berbagai penyebab dari fenomena ini termasuk rasa kecemburuan sosial dan rasa tidak aman dari orang-orang dalam lingkungan tertentu. Ada pula penyebab lain seperti stereotip gender dan keinginan menjaga keseimbangan sosial.
ADVERTISEMENT
Sebagai contoh, seseorang yang berprestasi di tempat kerja, justru diabaikan, diremehkan atau bahkan dibungkam oleh rekan kerja atau pimpinannya, karena pencapaian yang diraih. Hal ini tentu akan berdampak secara mental pada seseorang.
Beberapa dampak pada individu yang mungkin terjadi akibat Poppy Tall Syndrome, antara lain.
1. Merusak Percaya Diri
Saat seseorang yang sudah bersusah payah mengejar kesuksesan atau memperoleh pencapaian, justru dikucilkan atau tidak dianggap, maka dapat merusak percaya diri. Ia bisa saja meragukan kemampuan atau kompetensinya di masa yang akan datang.
2. Menurunkan Motivasi
Ketika seseorang merasa kerja kerasnya tidak dianggap bahkan dianggap remeh, maka kemungkinan motivasinya untuk mencapai kesuksesan selanjutnya akan semakin rendah. Dibutuhkan mental baja untuk tetap menjaga motivasi tetap tinggi.
3. Menghambat Potensi
Poppy Tall Syndrome tentaunya dapat menghambat potensi seseorang, meraih pencapaian terbaik. Hal ini disebabkan ia tidak yakin lagi terhadap kemampuan atau potensi yang dimiliki.
ADVERTISEMENT
Poppy Tall Syndrome tidak hanya berdampak pada individu saja. Ada berbagai dampak pada lingkungan sosial akibat fenomena ini. Di antaranya stagnansi dari lingkungan, terhambatnya inovasi dan budaya mediokritas yaitu rasa segan untuk meraih prestasi tinggi atau melakukan hal yang terbaik yang dapat dilakukan.
Poppy Tall Syndrome adalah fenomena sosial yang tidak seharusnya ada dalam masyarakat. Efek negatifnya tidak hanya per individu, namun juga lingkup sosial, seperti tempat kerja yang tidak berkembang, karena para pekerjanya takut berprestasi. (RRS)

