Pengaruh yang Ditimbulkan dari Terjadinya Erosi, Apa Saja?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Erosi menjadi salah satu masalah yang cukup besar. Hal ini karena pengaruh yang ditimbulkan dari terjadinya erosi bisa berdampak buruk untuk lingkungan hidup.
Sebelumnya, erosi merupakan proses alami pengikisan tanah lapisan atas oleh air, angin atau es.
Lebih lanjut, National Geographic Society menyebutkan bahwa erosi adalah proses geologis di mana material tanah aus dan diangkut oleh kekuatan alam seperti angin atau air.
Mengutip buku Geografi SMA/MA Kelas X yang diterbitkan oleh Grasindo, masalah erosi telah mendapatkan perhatian tersendiri sejalan dengan meningkatnya keperluan lahan untuk pertanian maupun nonpertanian.
Dengan kondisi iklim di Indonesia yang termasuk ke dalam tropika basah dengan curah hujan tahunan rata-rata lebih dari 1.500 mm dan topografi berbukit dan bergunung, maka hal ini bisa memicu potensi erosi yang disebabkan oleh tenaga air sangat besar.
Penyebab Terjadinya Erosi
Erosi terjadi bukan tanpa sebab, ada juga beberapa faktor yang mendukung terjadinya erosi.
Berikut beberapa penyebab terjadinya erosi, yakni:
Adanya curah hujan yang tinggi atau adanya angin yang bertiup kencang.
Adanya tempat terbuka atau permukaan bumi yang tidak tertutup vegetasi (tanah gundul).
Topografi yang berbukit dan bergunung atau lereng curam.
Penggunaan lahan yang tidak terencana dengan baik dan tidak ada usaha untuk melakukan konservasi tanah.
Dampak Terjadinya Erosi
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, erosi menjadi salah satu masalah yang cukup serius, sehingga pengaruh yang ditimbulkan dari terjadinya erosi pun besar.
Mengutip buku Pengelolaan Komoditas Hortikultura Unggulan Berbasis Lingkungan yang diterbitkan oleh Forum Pemuda Aswaja, erosi memang menyebabkan hilangnya lapisan atas tanah yang subur dan baik untuk pertumbuhan tanaman serta berkurangnya kemampuan tanah untuk menyerap air.
Tanah yang terangkut tersebut akan diendapkan di tempat lain, seperti sungai, waduk, danau, irigasi, tanah pertanian, dan lain sebaginya.
Oleh karena itu, peristiwa erosi bisa menimbulkan kerusakan di dua tempat, yakni pada tanah tempat erosi terjadi (on site) dan juga pada tempat tujuan akhir tanah yang tersangkut (off side).
Dampak di tempat kejadan (on site)
Kehilangan lapisan tanah yang baik.
Kehilangan unsur hara dan struktur tanah.
Peningkatan penggunaan energi untuk produksi.
Kemerosotan produktivitas tanah.
Kerusakan bangunan konservasi.
Berkurangnya alternatif penggunaan tanah.
Timbul dorongan untuk membuka lahan baru.
Dampak di luar tempat kejadian (off side)
Pelumpuran dan pendangkalan waduk, sungai, saluran, dan badan air.
Tertimbunannya lahan pertanian.
Menghilangnya mata air dan kualitas air.
Kerusakan ekosistem perairan.
Kehilangan nyawa dan harta karena banjir.
Meningkatnya frekuensi dan masa kekeringan.
Kerugian karena waduk yang sudah tidak bisa bertahan lama akibat pendangkalan.
Meningkatnya frekuensi dan besarnya banjir.
(JA)
