kumparan
8 Apr 2019 12:03 WIB

Jelang Ramadan, stok tepung terigu dipastikan cukup

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menjelang Ramadan, beberapa komoditas menunjukkan adanya kenaikan permintaan, salah satunya tepung terigu. PT Bungasari Flour Mills Indonesia sudah melihat tanda-tanda kenaikan permintaan sejak Januari.
ADVERTISEMENT
Sales & Marketing Director PT Bungasari Flour Mills Indonesia, Budianto Wijaya mengatakan, permintaan naik biasanya sejak 4 hingga 6 bulan sebelum momentum Ramadan. “ Kenaikan permintaan terutama dari pabrik besar karena mereka harus build up stock,” jelas Budianto akhir pekan lalu.
Berkaca dari tahun sebelumnya, kenaikan permintaan terigu mencapai 25%. Kenaikan permintaan didorong kebutuhan pasar akan terigu yang meningkat terutama untuk bahan dasar kue-kue kering dan camilan.
Melihat tren kenaikan permintaan menjelang puasa dan lebaran, PT Bungasari Flour Mills Indonesia memastikan persediaan tepung terigu saat ini akan mencukupi. “ Saat ini industri sedang kelebihan kapasitas dari pada permintaan,” jelas Budianto lagi.
Ketua Umum Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Franciscus Welirang, menyatakan, permintaan yang masih normatif sedikit banyak dipengaruhi oleh koindisi politik saat ini. Lebih lanjut Franciscus menjelaskan, kenaikkan permintaan momentum Ramadan sudah ada tetapi masih perlu tunggu waktu sampai Juni.
ADVERTISEMENT
Saat ini, Franciscus melihat kondisi pasar tepung terigu masih aman dan harganya pun stabil. “Supply terigu ke pasar cukup dan mudah didapat oleh konsumen,” terang Franciscus kepada Kontan.co.id, Sabtu (5/5).
Sekadar informasi, berdasar data Aptindo konsumsi tepung terigu total konsumsi di tahun 2018 mencapai 6,52 MMT, angka ini naik dari tahun sebelumnya yang sebesar 6,24 MMT.
Sementara data yang dihimpun Kontan.co.id, konsumsi tepung terigu terbesar berasal dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). UMKM mie basah, kue-kue kering, martabak dan lain sebagainya mengkonsumsi sekitar 65% tepung terigu. Industri mie instan, roti, biskuit dan cookies mengkonsumsi sekitar 35%.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan