Pencarian populer
PUBLISHER STORY
10 September 2018 19:40 WIB
..
..

Pertumbuhan ekonomi 2019 diprediksi 5,3%, ini alasannya

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah telah menetapkan pertumbuhan ekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 sebesar 5,3%.Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani membeberkan alasan pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi di tahun depan. Target tersebut berkaitan dengan perkembangan ekonomi global yang dipengaruhi oleh kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Langkah pemerintah AS itu diyakini akan mempengaruhi nilai dolar AS (USD)."AS melakukan normalisasi kebijakan moneter. Implikasi kebijakan moneter AS itu berdampak secara global karena USD merupakan mata uang seluruh dunia, USD merupakan basket currency dunia," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Senin (10/9/2018).Sejak 2017 hingga 2018, bank sentral AS juga menaikkan tingkat suku bunga. Beberapa kuartal terakhir, The Federal Reserve menaikkan suku bunga hingga 175 basis poin. Di sisi lain, kebijakan perdagangan AS juga berdampak pada perekonomian dunia. Perang dagang antara AS dan China diprediksi membuat perekonomian negara-negara berkembang kian menukik.Pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN diprediksi tumbuh 5,3% pada tahun ini lantaran tatangan eksternal yang semakin meningkat. Sementara, ekonomi AS tumbuh paling kuat dengan outlook 2018 sebesar 2,9%"Pertumbuhan ekonomi global di 2018 masih 3,9%. Zona Eropa diperkirakan akan sedikit menurun jadi 2,2%, terutama Jerman dari 2,5% ke 2,2%. Kemudian Prancis di bawah 2% dan Italia tumbuh lebih rendah," pungkas Sri Mulyani. kbc10

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Baca Lainnya
Bankir sarankan BI tak kerek suku bunga acuan lagi, ini alasannya
JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia (BI) diminta tidak perlu menaikkan suku bunga acuan pada rapat kebijakan Rabu (15/8/2018). Alasannya, amunisi "pengetatan moneter" sebaiknya disimpan untuk menghadapi dua kali kenaikan suku bunga Federal Reserve di sisa tahun."Tekanan rupiah saat ini hanya karena kepanikan asing yang keluar dari 'emerging market' karena situasi kejatuhan mata uang Lira Turki," ujar Direktur Keuangan dan Treasuri BTN Iman Nugroho Soeko di Jakarta, Selasa (14/8/2018).Dia mengatakan tekanan global dari krisis Turki yang telah melemahkan nilai rupiah, belum begitu relevan menjadi alasan Bank Sentral untuk menaikkan suku bunga "7-Day Reverse Repo Rate".Posisi suku bunga acuan BI saat ini sebesar 5,25 persen yang telah naik 100 basis poin sejak awal tahun, kata Iman, masih cukup memadai. Lebih baik, BI melihat dahulu efek rambatan dari kenaikan suku bunga acuan yang telah dilakukan.Depresiasi Lira yang begitu dalam dan pertikaian Turki dengan AS membuat investor asing panik. Mereka pun melarikan investasi valasnya dari negara-negara berkembang termasuk Indonesia.Padahal perlu diingat, kata Iman, Turki bukan negara mitra dagang utama Indonesia. Karena itu krisis keuangan di Turki tidak akan serta merta langsung berdampak ke Indonesia, meskipun memang tetap perlu diwaspadai terkait dampak dari pelemahan nilai tukarnya."Lebih relevan jika kenaikan bunga untuk antisipasi The Fed," ujar Iman.The Fed kuat diperkirakan konsensus pasar akan menaikkan suku bunga acuannya dua kali lagi pada tahun ini dari level sekarang di 1,75-2 persen.Ekonom PT. Bank Permata Tbk Joshua Pardede menilai Bank Sentral masih perlu mempertahankan kebijakan untuk meningkatkan ketertarikan asing terhadap aset-aset rupiah. Dia menganggap BI masih memiliki ruang kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin di sisa tahun ini.Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo pada Senin mengatakan BI masih menimbang opsi menaikkan suku bunga acuan di Agustus 2018 ini untuk menstabilkan nilai tukar, di samping upaya intervensi ganda di pasar valas dan Surat Berharga Negara. kbc10
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: