Pencarian populer
PUBLISHER STORY
9 Agustus 2018 13:52 WIB
..
..

PNM kucurkan Rp5 triliun ke 3,8 juta UKM di semester I

YOGYAKARTA, kabarbisnis.com: PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mencatat telah menyalurkan kredit sebesar Rp 5 triliun selama semester pertama 2018 kepada sekitar 3,8 juta nasabahnya.

Kredit diberikan melalui program Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan, penyaluran tersebut sudah memenuhi lebih dari separuh target mereka. "Tahun ini target penyaluran PNM Rp 9 triliun," ujar Arief saat ditemui di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Rabu (8/8/2018).

Arief menargetkan pada semester II 2018, PNM dapat menyalurkan Rp 4,5 triliun. Sementara kebutuhan pendanaan PNM untuk 2018 sebesar Rp 11 triliun.

Arief mengatakan, 80 persen sumber pendanaan PNM berasal dari capital market, sementara sisanya dari perbankan komersial. Tak hanya sekadar pembiayaan, PNM juga memberi pendampingan pada nasabah yang merupakan Usaha Kecil Menengah dalam mengiperasikan bisnisnya agar menghasilkan produk yang berdaya nilai jual.

"Kami harus pastikan dana yang kami berikan tepat guna dan tepat usaha bagi mereka," kata Arief.

Di Yogyakarta sendiri, sejak 2009 hingga 2018, ULaMM menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 389,36 miliar kepada 5.054 pelaku UKM. Per Juku 2018, ULaMM memiliki outstanding oembiayaan sejumlah Rp 121,83 miliar dengan 1.114 jumlah pelaku UKM.

Sementara untuk Mekaar di Yogyakarta, sejak 2016 hingga 2018, PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 57,58 miliar kepada 26.977 perempuan prasejahtera. Segmentasi Mekaar memang berbeda dengan ULaMM, yakni menyasar ibu-ibu pelaku usaha kecil menengah. Sementara outstanding pembiayaan Mekaar per 31 Juli 2018 sebesar Rp 22,08 miliar.

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Baca Lainnya
Semester I, SMF salurkan pembiayaan KPR Rp4,3 triliun
JAKARTA, kabarbisnis.com: Sepanjang semester I 2018, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) mencatat telah menyalurkan pembiayaan untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar Rp 4,3 triliun. Realisasi ini hampir mencapai setengah dari target penyaluran pembiayaan SMF tahun ini, yakni 45,22%.Capaian penyaluran pembiayaan SMF sepanjang enam bulan pertama tahun ini meningkat 28,58% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pembiayaan ini dialirkan kepada perbankan dan lembaga penyalur KPR."Sepanjang semester ini, kami tengah gencar melakukan penetrasi ke berbagai institusi penyalur KPR, khususnya Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia," kata Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (13/7/2018). Hingga saat ini SMF telah memberikan pinjaman kepada 26 Bank, baik bank umum, bank syariah, BPD maupun perusahaan pembiayaan. Kerja sama ini merupakan upaya untuk meningkatkan akses kepemilikan rumah bagi masyarakat di berbagai daerah dan mendukung tercapainya target Program Sejuta Rumah.Dalam hal pembiayaan, sampai dengan Semester 1 2018 SMF telah memfasilitasi 12 kali transaksi sekuritisasi dengan menggunakan skema EBA Surat Partisipasi (EBA-SP). Sebanyak 11 EBA dilakukan bekerja sama dengan Bank BTN dan 1 kali bersama Bank Mandiri dengan total akumulasi transaksi sebesar Rp10,155 triliun. EBA menggunakan jaminan aset (underlying) KPR dari Bank dengan kategori prime mortgage yang risikonya kecil.Pada Semester l-2018, SMF telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III dan Tahap IV senilai Rp 3,16 triliun. Obligasi PUB IV Tahap Ill diterbitkan pada 20 Februari senilai Rp 1 triliun dengan kupon 6% untuk tenor satu tahun, Rp 800 miliar dengan kupon 6,85% untuk tenor 3 tahun, serta Rp 200 miliar dengan kupon 6,95% untuk tenor 5 Tahun.Sedangkan Obligasi PUB IV Tahap IV diterbitkan pada 18 Mei 2018. Obligasi ini diterbitkan dalam dua seri, yakni senilai Rp 755 miliar dengan kupon 6,050% untuk tenor 1 tahun dan Rp 408 miliar dengan kupon 6,950% untuk tenor 3 tahun.Dalam upaya memperkuat pengembangan bisnis, SMF telah mendirikan Unit Usaha Syariah (UUS) SMF untuk mendukung pengembangan KPR Syariah di Indonesia. UUS ini akan diresmikan dalam waktu dekat, berbarengan dengan peluncuran Standar Prosedur Operasi Pembiayaan Modal Kerja Perumahan Syariah (SPO PMK Perumahan Syariah).SMF juga akan merilis produk baru yaitu EBA Retail. Ini merupakan produk EBA Ritel pertama yang diluncurkan di Indonesia. "Kami berharap EBA Ritail dapat memberikan warna dan pilihan baru bagi masyarakat Indonesia dalam berinvestasi," kata Ananta.SMF merupakan Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan yang didirikan pada 2005. Perusahaan ini ditugaskan untuk membangun da pengembangkan pasar pembiayaan  sekunder perumahan. Tahun ini SMF tengah fokus memperkuat perannya sebagai fiscal tools untuk mengurangi beban pemerintah dalam pelaksanaan program subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).Kinerja keuangan SMF pada paruh pertama tahun ini cukup baik. Perseroan membukukan laba bersih Rp 219,9 miliar pada semester I-2018. Realisasi ini sudah memenuhi 53,57% dari target tahun ini sebesar Rp 410,6 miliar. Adapun pendapatannya sebesar Rp 621 miliar atau 49,52% dari target sebesar Rp 1,25 triliun.kbc11
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: