kumparan
News3 Maret 2020 21:36

Aksi Emak-emak Pasuruan Ramaikan Festival Kolaborasi Seni Musik Tradisional

Konten Redaksi Kabar Pasuruan
aksi emak2 festival.jpg
Pasuruan, Kabarpas.com – Masih dalam rangkaian Hari Jadi Kota Pasuruan Ke-334 Tahun 2020. Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Pasuruan, menyelenggarakan festival kolaborasi seni musik tradisional dan tari kreasi budaya, di Taman Kota Pasuruan. Selasa (3/3/2020).
ADVERTISEMENT
Festival tersebut dibuka secara resmi oleh Plt. Asisten Perekonomian Dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Pasuruan dihadiri Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan, Camat, Lurah, Kepala Sekolah Se-Kota Pasuruan, Dewan Juri, peserta serta undangan lain.
Menurut Plt. Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Pasuruan Siti Zuniati mengatakan, maksud kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat Kota Pasuruan bahwa cinta seni dan budaya penting untuk digali dan dicintai serta diinovasi mengimbangi perkembangan kecanggihan teknologi.
“Adapun tujuannya dari motivasi diri, mampu mendorong masyarakat melalui kesadarannya bersedia menjaga, merawat, melestarikan dan mengembangkan warisan budaya serta masyarakat mampu berinovasi dalam mengembangkan seni dan budaya mengimbangi perkembangan kecanggihan teknologi,” ucapnya.
Festival kolaborasi seni musik tradisional ini diikuti oleh 34 Kelurahan Se-Kota Pasuruan, masing-masing Kelurahan terdiri dari 15 orang. Total 510 orang. Sedangkan lomba tari kreasi budaya “Tari Pasuruan Kondang” dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 4 Maret 2020 di Taman Kota Pasuruan diikuti oleh 4 Kecamatan dan 34 Kelurahan Se-Kota Pasuruan.
ADVERTISEMENT
“Masing-masing grup terdiri dari 10 orang. Total 380 orang. Dan mereka sama – sama bersaing berat demi menjadi juara,” tambahnya.
Sementara Plt. Asisten Perekonomian Dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Pasuruan Mahbub Efendi mengatakan bahwa Pemerintah Kota Pasuruan berkomitmen untuk selalu mendukung kerja keras dan kreatifitas para seniman/budayawan Kota Pasuruan untuk menciptakan kreasi-kreasi seni baru yang berkualitas.
“Dengan kegiatan semacam ini diharapkan akan mampu menjadikan Kota Pasuruan sebagai “Kota Wisata Budaya” dengan berbagai kegiatan yang beragam, baik berupa aktivitas budaya seperti pertunjukan kesenian, festival kebudayaan, atau bisa juga sekaligus kunjungan terhadap situs cagar budaya warisan masa lampau atau biasa disebut sebagai wisata pusaka (heritage tourism),” pungkasnya. (sin/eka).
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan