kumparan
search-gray
News2 Agustus 2020 23:52

Gaungkan Gerakan NU Bishofil Wahid Lewat Gowes dan Turba

Konten Redaksi Kabar Pasuruan
Gaungkan Gerakan NU Bishofil Wahid Lewat Gowes dan Turba (618427)
Pasuruan, Kabarpas.com – Guna mengaungkan gerakan NU satu komando atau NU Bishofil Wahid. PCNU Kota Pasuruan dibawah komando KH Nailur Rochman kembali melakukan gowes turba ke sejumlah ranting dan MWCNU yang ada di wilayah Kota Pasuruan.
ADVERTISEMENT
“Melalui kegiatan ini, PCNU Kota Pasuruan berikhtiar agar bisa lebih dekat dengan masyarakat dan basis struktural organisasi ranting NU yang bersinggungan langsung dengan masyarakat,” ujar Ketua LTN PCNU Kota Pasuruan, Shohibul Hujjah.
Dijelaskan, pada minggu pertama bulan Agustus ini, lokasi yang menjadi jujugan dari tim Gowes dan Turba PCNU Kota Pasuruan adalah di wilayah MWC NU Bugulkidul, Kota Pasuruan. Minggu, (2/8/2020).
“Adapun rangkaian dari acara ini meliputi; Tausiyah dari KH. Nailur Rochman (Ketua Tanfidziyah). Kemudian konsolidasi dan diskusi antar pengurus. Lalu pemberian paket sembako hingga hand sanitizer untuk pengurus di wilayah setempat,” terangnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa di agenda gowes dan turba keempat ini. Para rombongan Gowes Turba berangkat langsung dari Kantor PCNU Kota Pasuruan menuju ke lokasi turba yaitu di wilayah MWC NU Bugulkidul.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya, saat tiba di lokasi. Gus Amak panggilan akrab KH Nailur Rochman ini melakukan dialog bersama dengan jajaran pengurus ranting yang ada di wilayah MWC NU Bugulkidul
Pada kesempatan yang sama Gus Amak juga memberikan arahannya, di antaranya yaitu menjelaskan bahwa ada tiga hal besar yang dituju dalam giat Gowes Turba yang sedianya akan dilangsungkan tiap minggu pagi itu.
Pertama, Konsolidasi Organisasi. Pengurus harus menata niat pengabdian dan perjuangan di NU secara totalitas serta berkomitmen sebagai santri Hadratus Syech KH. Hasyim Asy’ari. Kemudian menjalankan fungsi organisasi dengan baik dan menghidupkan kegiatan di level MWC & Ranting NU.
“Selanjutnya Menata administrasi organisasi dengan menjalankan tata lakasana organisasi dengan benar (Patuh Administrasi MWC+Ranting). Juga ditekankan untuk menjalin Sinergisitas Banom di semua level kepengurusan,” terangnya.
ADVERTISEMENT
Kedua, Pemantapan Kaderisasi. Hal ini kewajiban pengurus dan kader NU, karena NU itu bersanad sehingga pengurus wajib mengikuti pengkaderan NU baik MKNU maupun PKPNU.
“Dan yang ketiga, Gerakan Filantropi. Menggerakkan gerakan Filantropi di masyarakat melalui JPZIS di mushollah dan masjid sbg bentuk kemandirian organisasi untuk selalu hadir berkiprah di masyarakat. PCNU menurut Gus Amak akan bersinergi dan berkolaborasi dengan semua Banom serta lembaga untuk gerakan sosial umat,” tegas Gus Amak.
“Orang yang mau mengurusi NU itu sama ampuhnya dengan orang yang istiqomah wirid. Mari memperbaiki niat dalam berkhidmad di NU. Kita pastikan bahwa kegiatan gowes ini selain lagi ngetren di masyarakat tapi juga kita manfaatkan dengan berkhidmad ke NU melalui turba ke ranting dan MWC,” pungkasnya. (ajo/gus).
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white