Pencarian populer

Peran Serta Muslimat NU dalam Penguatan 1000 HPK

Probolinggo, Kabarpas.com – Dalam mendukung menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo melakukan penguatan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) pada Muslimat NU di wilayah Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto mengatakan pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemauan masyarakat untuk hidup sehat secara mandiri agar pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud.

“Dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan diselenggarakan berdasarkan asas perikemanusiaan, pemberdayaan dan kemandirian serta adil dan merata dengan mengutamakan aspek manfaat utamanya bagi kelompok rentan seperti ibu, bayi, anak, usia lanjut dan keluarga tidak mampu,” katanya.

Saat ini kondisi angka stunting di Kabupaten Probolinggo sebesar 17,3 % hasil dari data surveilans gizi melalui E-PPGBM tahun 2018. Hal ini menuntut kebijakan intervensi pada bumil baik melalui aspek spesifik maupun aspek sensitive. “Masalah gizi yang banyak dialami kelompok ibu hamil yaitu Kurang Energi Kronis (KEK),” jelasnya.

Kondisi kekurangan gizi pada ibu hamil ini akan berdampak terhadap pertumbuhan janin yang dikandung dan perkembangan intelektual anak yang dilahirkan. “Pada anak yang kekurangan gizi saat usia baduta akan tumbuh pendek dan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak yang berpengaruh pada rendahnya tingkat kecerdasan, karena tumbuh kembang otak terjadi saat dalam kandungan sampai usia 2 tahun yang dikatakan 1000 hari pertama kehidupan,” tegasnya.

Di sisi lain kondisi di Kabupaten Probolinggo dalam 6 (enam) tahun terakhir mulai 2013 hingga 2018, kematian ibu cenderung mengalami penurunan berturut turut sebagai berikut 15, 24, 26, 20, 14 dan 12 kematian ibu. Sedangkan kematian bayi mengalami kenaikan sebagai berikut 201, 235, 242, 223, 190 dan 242.

“Turunnya angka stunting, angka kematian ibu dan angka kematian bayi dapat dicapai melalui dukungan dari lintas program, lintas sektor dengan melibatkan seluruh stakeholder dan mitra terkait baik di lingkungan pemenrintah maupun swasta, sehingga kegiatan penguatan 1000 hari pertama kehidupan bagi Musimat sangat dibutuhkan di Kabupaten Probolinggo. Muslimat tempat tinggalnya lebih dekat dengan ibu hamil dan mempunyai kegiatan rutin di masyarakat sehingga akan lebilh mudah melakukan edukasi di masyarakat,” tegasnya. (mel/nis)

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasya

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57