Arti Cash Back dalam Dunia Bisnis

Menyajikan informasi seputar dunia bisnis, investasi dan finansial.
Konten dari Pengguna
21 Juli 2022 14:02
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Kamus Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Transaksi atau Uang Rupiah. Foto: Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Transaksi atau Uang Rupiah. Foto: Shutterstock.
ADVERTISEMENT
Cash back mengacu pada transaksi keuangan tertentu yang memiliki pengembalian. Hal ini terutama terjadi pada kartu kredit dan debit, yang semakin penting dalam dua dekade terakhir. Bergantung pada jumlah yang dihabiskan untuk setiap pembelian, pemegang kartu debit dan kredit akan mendapat untung dari pengembalian uang atau uang kembali ini.
ADVERTISEMENT
Umumnya pemegang kartu yang melakukan pembayaran mengetahui bahwa cash back akan menjadi reward yang akan mereka dapatkan, baik secara tunai maupun dengan balance point. Mayoritas pemegang kartu kredit saat ini sebenarnya sangat menantikan keuntungan dari pengembalian dana ini ke rekening mereka. Pengembalian dana ini juga dapat merujuk pada praktik membebankan jumlah di atas harga pembelian pada kartu dan menerima uang tunai tambahan di tempat.
Sejak tahun 1990-an, skema cash back sudah ada. Dan sekarang, hampir setiap penerbit kartu kredit utama sekarang memiliki fungsi ini setidaknya pada satu produk. Pelanggan yang menggunakan kartu mereka dihargai, terutama jika mereka menggunakannya lebih sering. Dengan cara yang sama, skema hadiah ini ditujukan untuk pemegang kartu yang baru terdaftar. Cash back adalah pengembalian yang diterima dalam bentuk tunai, bukan poin reward tradisional, yang hanya dapat digunakan untuk membeli produk atau layanan tertentu.
ADVERTISEMENT
Pemegang kartu akan sering menggunakan pengembalian uang tunai ini untuk menyimpan uang tunai mereka untuk membayar tagihan kartu bulanan mereka. Sebagai alternatif, mereka juga dapat meminta pengembalian uang tunai, apakah itu disetorkan langsung ke rekening giro atau dalam bentuk cek. Kartu Discover, yang diperkenalkan pada tahun 1986, adalah pelopor pengembalian uang kembali. Mereka memperkenalkan konsep "cash back" atau bagian dari hadiah uang. Pengembalian dapat berkisar dari 1% hingga 3% dari suatu transaksi.
Namun, beberapa pengembalian bisa mencapai 5%. Berbagai imbalan uang juga tersedia sebagai hasil dari ikatan perdagangan untuk perusahaan tertentu. Jadi, pemegang kartu bisa mendapatkan nilai lebih dari kartu mereka daripada yang tidak.

Variasi dari pengembalian tunai yang ditawarkan penerbit kartu

Bahkan, penerbit kartu kredit seringkali membebankan tarif cash back yang berbeda.
ADVERTISEMENT
Ini akan tergantung pada jenis pembelian atau tingkat keparahan transaksi. Misalnya, pemegang kartu bisa mendapatkan pengembalian uang hingga 3% untuk pembelian bahan bakar, 2% untuk bahan makanan, dan 1% untuk semua barang lainnya. Seringkali, penawaran khusus akan berlaku selama tiga bulan setelah melakukan pembelian dalam kategori tersebut, seperti restoran atau department store.
Kampanye yang sama telah menghasilkan persentase pengembalian dana yang lebih tinggi untuk saat ini. Umumnya, pemegang kartu harus memenuhi tingkat transaksi tertentu agar dapat memperoleh cash back atau manfaat lainnya. Seringkali, harganya dapat diabaikan, sekitar USD 25, tetapi bervariasi dari satu kartu ke kartu lainnya. Tentu saja, beberapa penyedia kartu juga mengizinkan pengembalian uang tunai.
Pengembalian dana ini dapat diperoleh untuk item tertentu, seperti perjalanan, pembelian elektronik, atau skema insentif kemitraan. Penyedia kartu kredit hanya mengungkapkan sebagian dari biaya transaksi yang dibebankan oleh merchant kepada pelanggan saat menerapkan cash back. Kartu cash back adalah kartu yang biasanya membebankan sedikit biaya dan bunga, tetapi memiliki tingkat hadiah atau uang kembali yang lebih tinggi.
ADVERTISEMENT

Uang kembali di tangan

Konsumen kini bisa mendapatkan cash back di supermarket atau lokasi lain dengan kartu debit dan beberapa kartu kredit yang menawarkan layanan cash back. Penerbit kartu dapat meminta pedagang menambahkan jumlah tertentu ke harga pembelian dan menerima jumlah tambahan secara tunai. Penyedia layanan sering melakukan ini agar pelanggan atau klien akan percaya bahwa mereka dibayar untuk transaksi yang mereka lakukan. Intinya, cash back merupakan program insentif yang memberikan keuntungan kepada konsumen.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020