News
·
23 Februari 2021 14:58

Bantuan bagi Keluarga Korban Meninggal COVID-19 Dibatalkan Setelah Sempat Didata

Konten ini diproduksi oleh Kanal Bali
Bantuan bagi Keluarga Korban Meninggal COVID-19 Dibatalkan Setelah Sempat Didata (28569)
Para korban COVID-19 mestinya mendapat bantua dari negara _ IST
DENPASAR- Korban yang meninggal karena COVID-19 di Kota Denpasar, sampai saat ini belum satupun mendapatkan santunan Rp 15 juta dari Kementerian Dinas Sosial (Kemensos) RI. Padahal keberadaan mereka sempat didata oleh Dinas Sosial.
ADVERTISEMENT
Kepala Dinas Sosial Denpasar I Made Mertajaya, Selasa (23/2/2021) membenarkan pihaknya sempat mendapatkan surat edaran dari Whatsapp pada Bulan November 2020 dari Kemensos yang isinya untuk mendata korban COVID-19 yang meninggal dan mendapatkan santunan sebesar Rp 15 juta.
"Edaran tersurat Bulan Juni waktu sampainya kalau tidak salah November kita terima edarannya lewat Whatsapp. Kalau tidak salah (isi surat edaran) bagi warga masyarakat yang meninggal karena Covid-19 intinya dibantu Rp 15 juta. Itu saja intinya," kata Mertajaya.
Selanjutnya, dengan adanya surat edaran itu kemudian pihaknya melakukan koordinasi dan pendataan ke Dinas Kesehatan Kota Denpasar. Namun, tidak mengajukan serta mengusulkan ke Kemensos karena belum ada Petunjuk Teknisnya (Juknis). Maka, belum adanya hal itu pihaknya tidak bisa menginformasikan ke masyarakat soal santunan tersebut.
ADVERTISEMENT
"Sehingga cuma datanya itu kami siapkan. Datanya itu, minta dari Dinas Kesehatan, akhirnya kami koordinasi ke Provinsi belum ada penjelasan yang pasti. Akhirnya menunggu," imbuhnya.
Selain itu, pihaknya juga mengakui sejumlah keluarga korban sempat menanyakan tentang santunan Rp 15 juta itu. Belakangan beredar Surat Edaran (SE) dari Kemensos dengan Nomor 150/3.2/BS.01.02/02/2021 tentang rekomendasi dan usulan santunan ahli waris korban meninggal akibat COVID-19. Dalam surat itu, mengenai dihentikannya santunan kepada ahli waris korban yang meninggal dunia akibat COVID-19.
"Kalau, memang ada yang menanyakan langsung kami informasikan. Nanti, kalau sudah pasti pentunjuknya, pasti ahli waris dapat. Akhirnya ada edaran tidak ada dianggarkan tapi kita tetap dari pemerintah konfirmasi kalau memang betul ada bantuan itu," ujar Mertajaya. (KAD)
ADVERTISEMENT