Kumparan Logo
Capture.JPG

Buat Panak.id, Mahasiswa Unud Bali Ini Carikan Modal hingga Pasar bagi Peternak

Kanal Baliverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gaya promosi panak.id di instagram - IST
zoom-in-whitePerbesar
Gaya promosi panak.id di instagram - IST

DENPASAR, kanalbali.com - Anak muda yang peduli pada dunia peternakan agaknya masih terhitung langka. Nah, di Bali ada Tetsuya Aisyah Rayanti, mahasiswa Universitas Udayana (Unud) yang menjadi penggagas sekaligus pendiri perusahaan rintisan Pasar Ternak online Indonesia melalui website panak.id

"Panak.id lahir dari rasa kepedulian untuk membantu peternak memecahkan permasalahan  umum yang terjadi di lapangan," kata dia saat ditemui di Denpasar, Jumat, (3/6/2022).

Bagi gadis kelahiran Bali, 26 tahun silam ini, sektor peternakan bukan sekedar pekerjaan yang berjibaku pada pemeliharaan hewan ternak, seperti kambing, sapi, babi, dan lainnya. Namun pekerjaan rumah besar sedang menunggu untuk diselesaikan, di mana Indonesia sebagai negara agraris masih mengimpor daging agar dapat memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

"Swasembada daging di Indonesia belum dapat terpenuhi. Ini pekerjaan besar bagi kita semua," tuturnya.

embed from external kumparan

Tetsuya tidak main-main dengan komitmennya untuk membantu menangani permasalahan dalam sektor peternakan. Pada 2014, ia memutuskan melanjutkan pendidikan di Fakultas Peternakan, Universitas Udayana (Unud), Bali.

Tetsuya Aisyah Rayanti - IST

Selama mengenyam bangku perkuliahan, ia terjun langsung ke lapangan, dan menjadi semakin dekat dengan para peternak. Ia menemukan tiga permasalahan umum di sektor ini. Pertama, terkait dengan permodalan, lalu kendala pasar, dan ilmu pengetahuan yang kurang dikembangkan.

"Saat itu saya merasa juga punya andil untuk ikut mencari solusi terhadap permasalahan peternak. Terlebih lagi masih berstatus mahasiswa yang merupakan agen penggerak perubahan ke arah positif," jelasnya.

Berdasarkan ilmu dan pengalaman yang didapatkan selama menjadi mahasiswa Peternakan, pada 2018, ia memberanikan diri membentuk tim bersama rekan-rekan sesama jurusan, serta seorang mahasiswa lain dari bidang ilmu teknologi informasi.

Awalnya Tetsuya dan tim hanya mempromosikan produk hasil peternakan melalui media sosial, hingga akhirnya bertemu dengan peternak lele yang membutuhkan modal untuk membeli bibit.

Produk yang dijual di panak.id - IST

Ia pun memberanikan diri menjadi investor pertama yang memberi modal kepada peternak tersebut dari uang sakunya sendiri, berselang 1,5 bulan lele sudah bisa panen dan mendapatkan keuntungan.

Proyek ini pun menjadi projek pertamanya, hingga pada 2019 ketika sudah menyelesaikan pendidikan Sarjana, Tetsuya mendirikan perusahaan rintisan Panak.id yang bermarkas di Kota Denpasar. Kini telah memiliki 75 orang mitra peternak, dengan jumlah investor sebanyak 700 orang.

Investor atau kolega bisnis secara langsung memiliki bisnis peternakan yang dikelola oleh peternak sebagai mitra Panak.id. Calon investor terlebih dahulu dapat mempelajari profil dari setiap peternak melalui website Panak.id, dan memilih bisnis peternakan yang dianggap akan memberikan keuntungan.

"Menjadi pemberi modal juga secara langsung membantu peternak di Bali," jelasnya.

Tetsuya menjelaskan, untuk menjadi investor dapat dimulai dari Rp 50 ribu. Misalnya ada proyek kambing yang membutuhkan dana Rp 40 juta, investor bisa memulai dengan investasi mulai Rp 50 ribu untuk satu slot, nanti hasilnya diperoleh setelah panen. Hasil pembagian keuntungan dengan rata-rata 7 – 9 persen dalam waktu empat bulan.

Tawaran pelatihan untuk peternak muda di panak.id - IST

Meski setiap bisnis memiliki resiko, ia memastikan Panak.id selalu melakukan upaya untuk menekan resiko kerugian. Hal ini karena Panak dibangun oleh orang-orang yang berkecimpung langsung dalam bidang peternakan, sehingga langsung mengetahui bisnis peternakan yang sehat, pakan, dan bibit yang baik agar seluruh komponen bagus untuk mendukung bisnis peternakan.

"Langkah ini diambil untuk menekan segala resiko yang dapat muncul dari bisnis peternakan di sektor riil," jelasnya.

Dari sisi pemasaran, tim Panak.id akan membantu mengolah produksi hasil ternak, seperti olahan lele bumbu kuning yang dipasarkan ke seluruh Pulau Dewata serta Jakarta. Kemudian, peternak yang baru memulai usaha akan dibekali pengetahuan tentang sektor ini. Narasumber biasanya dari dosen hingga para pakar dari kolega Panak.id.

Tetsuya yang kini menjadi mahasiswa S2 Fakultas Peternakan Unud mengatakan, menjalankan usaha yang bergerak untuk kepentingan banyak orang bukan hal yang mudah. Tapi selama memiliki mental yang kuat akan mampu melewati berbagai rintangan dan sampai pada tujuan akhir.

"Asal kita punya kemampuan dibidang tersebut, punya mental dan tujuan yang kuat, serta ingin bermanfaat bagi sesama pasti akan selalu ada jalan," tuturnya optimis. (kanalbali/LSU)

...

Kamu juga bisa berpartisipasi dalam Program Satu Indonesia Award 2022 dengan mendaftar melalui link berikut.