kumparan
24 Nov 2018 12:44 WIB

Diduga Setubuhi Anak Autis, Kakek GL di Jembrana Dicokok Polisi

JEMBRANA, kanalbali.com -- Nafsu bejat kakek GL (65) ini sungguh keterlaluan. Ia diduga telah menyetubuhi seorang anak autis sebut saja Bunga (7) sehingga dicokok polisi.
ADVERTISEMENT
GL yang telah memiliki istri dan dua anak serta beberapa cucu ini, tertangkap basah oleh ibunya bunga di kebun dalam kondisi tidak mengenakan celana. Sementara Bunga yang saat itu bersama Pekak GL juga tidak mengenakan celana.
Mengetahui kedatangan ibu Bunga, Pekak GL kemudian buru-buru mengenakan celana dan kabur dari lokasi. Sementara ibu Bunga kaget dan langsung menyampaikan kejadian tersebut kepada suaminya. Tanpa pikir panjang bapak Bunga bersama kakeknya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mendoyo.
Aparat Poksek Mendoyo yang mendapat laporan tersebut langsung menuju ke TKP dan berhasil mengamankan Pekak GL yang masih terhitung kerabat keluarga korban dibawa ke Polsek Mendoyo, untuk dimintai keterangan. Sementara Bunga divisum ke RSU Negara.
ADVERTISEMENT
"Yang lihat kejadian itu anak saya, ibunya Bunga, saya langsung lapor ke Polsek bersama menantu saya (bapak Bunga). Saya minta masalah ini diproses hukum," tegas Ketut , kakek Bunga ditemui di Polsek Mendoyo, Sabtu (24/11/2018).
Lanjutnya, dari celana dalam cucunya terdapat bekas cairan seperma. Dia menduga pelaku yang masih terhitung kakek Bunga telah menyetubuhi cucunya itu. Dikuatkan lagi kemaluan cucunya kelihatan bengkak dan memerah.
"Celana cucu saya yang ada cairan seperma sudah diambil oleh polisi. Kasihan cucu saya, dia anak autis seharusnya pelaku melindunginya," ujarnya.
Menurutnya kejadianya tadi pagi sekitar pukul 08.30 Wita, saat itu Bunga (korban) diajak pelaku ke kebun sambil menyabit rumput. Namun tidak ada yang tahu pelaku mengajak korban. Lantaran korban tidak ada di rumah, ibu korban kemudian berusaha mencari korban dan menemukannya di kebun dekat rumah bersama pelaku.
ADVERTISEMENT
Terkait hal tersebut Kanit Reskrim Polsek Mendoyo Ipda Gusti Ngurah Artha Kumara engan memberikan keterangan karena masih melakukan pemeriksaan dan Bunga masih dimintakan visum et repertum ke RSU Negara.
"Nanti saja kami berikan keterangan sekarang masih pemeriksaan dan diduga korban masih divisum. Coba konfirmasi ke Bapak Kapolsek," ujarnya.(kanalbali/KR7)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan