Pencarian populer
Dikira Memasang Bendera Partai, Pria di Denpasar Dipukuli Tetangganya
Video kejadian pemukulan sempat viral di media sosial (IST). Dok: Istimewa.
DENPASAR, kanalbali.com - Polisi menangkap AA Ketut NAS karena memukuli tetangganya sendiri, Wayan Nurata, sekitar pukul 10.30 WITA pada Sabtu (9/2). Pemukulan itu dipicu penurunan bendera partai yang dilakukan Wayan Nurata.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Kebo Iwa, Utara, Banjar Pagutan Padang Sambilan Kaja, Denpasar Barat, Bali. Saat itu korban menuju rumahnya menggunakan sepeda motor sehabis membeli rokok. Saat di Perempatan Pagutan Denpasar, datang pelaku dari arah utara dengan mengendarai sepeda motor dan langsung menabrakkan diri ke korban.
Saat korban terjatuh, pelaku langsung memukulinya berkali-kali hingga korban mengalami luka robek dan memar pada rahang sebelah kiri. Luka itu membuat korban kesulitan mengunyah dan tidak bisa bekerja sebagai buruh.
Kemudian korban melaporkan peristiwa itu kepada Mapolsek Denpasar Barat. Polisi langsung menangkap pelaku pada hari yang sama sekitar pukul 16.00 WITA. Wakil Kepala Polresta Denpasar Barat, AKBP Nyoman Artana, mengatakan peristiwa itu dipicu insiden 3 bulan yang lalu.
Pelaku saat ditunjukkan kepada wartawan, Senin (12/2) - kanalbali/KAD
Dia mengatakan saat itu korba membantu tetangganya menurunkan bendera salah satu partai yang berada di depan rumah tetangganya.
"Korban sedang membantu tetangganya untuk menurunkan bendera partai dan melipat bendera tersebut. Saat dilipat, datanglah pelaku yang pada saat itu tidak menerima dengan bendera yang terpasang di situ dan sempat mengancam kepada korban," ucap Nyoman Artana di Mapolresta Denpasar, Senin (11/2).
Tiga bulan kemudian, jelas Nyoman Artana, pelaku dan korban berpapasan di tempat terjadinya pemukulan. "Pelaku ini mengakui perbuatannya telah melakukan pemukulan kepada korban," ungkapnya.
Nyoman Artana mengatakan pelaku salah paham kepada korban. Pelaku mengira korban sedang memasang bendera salah satu partai yang ada di depan rumahnya, padahal yang dilakukan korban justru mencopot bendera tersebut.
Nyoman Artana enggan menyebut bendera partai yang dimaksud. "Hanya kesalahpahaman. Dia (korban) menurunkan bendera yang terpasang di depan rumah tentangganya karena mungkin tetangganya tidak mau di pasang (bendera) di depan rumahnya," ujarnya.
Ilustrasi Penganiayaan Foto: Pixabay
"Pelaku kami sangkakan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan," ujar Nyoman Artana.
Polisi menyita barang bukti berupa pakaian korban yang terdapat bercak darah, pakaian yang digunakan pelaku saat melakukan pemukulan, dan satu unit sepeda motor milik pelaku untuk menabrak korban. (kanalbali/KAD)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: