News
·
1 Oktober 2020 14:12

Diperiksa Polisi, Korlap Demo Jerinx Ditanya Soal Tujuan Aksi hingga Rapid Test

Konten ini diproduksi oleh Kanal Bali
Diperiksa Polisi, Korlap Demo Jerinx Ditanya Soal Tujuan Aksi hingga Rapid Test  (81360)
Nyoman Mardika, korlap aksi Jerinx - IST
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi demo solidaritas untuk Jerinx , I Nyoman Mardika membenarkan bahwa hari ini ia diperiksa oleh penyidik Polresta Denpasar. "Iya benar saya tadi diminta klarifikasi terkait aksi tanggal 29 kemarin,"ujarnya Kamis, (01/10).
ADVERTISEMENT
Penyidik mempertanyakan banyak hal kepadanya selaku koordinator aksi, seperti soal tujuan aksi, siapa yang bertanggungjawab pada aksi, hingga mekanisme pengumpulan massa.
"Bahkan ada pertanyaan apakah sebelum aksi, massa sebelumnya sudah menjalani rapid test,"ungkapnya."Saya jawab, tidak tahu. Kalau saya sendiri sudah rapid test yang hasilnya non reaktif,"ujarnya.
Diperiksa Polisi, Korlap Demo Jerinx Ditanya Soal Tujuan Aksi hingga Rapid Test  (81361)
Aksi unjuk rasa bebaskan Jerinx - IST
Ia menyatakan, dari berbagai pertanyaan yang dilontarkan penyidik, pria itu banyak menjawab tidak tau. "Dikarenakan sebelum masuk dan bergabung dengan massa aksi di depan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, kami dijalan beserta mobil komando dihadang oleh aparat kepolisian,"ungkapnya.
Ia menilai, pemeriksaan yang dilakukan terhadapnya itu merupakan bentuk penekanan terhadap dirinya supaya tidak bergabung dengan agenda aksi berikutnya.
"Tapi saya sama sekali tidak takut, saya tidak akan pernah mundur untuk menyuarakan aspirasi publik bukan hanya untuk kawan saya Jerinx tetapi juga kawan-kawan saya lainya dengan prisip kemanusiaan dan hak asasi manusia,"ujarnya.
ADVERTISEMENT
"Intinya kami melalukan aksi adalah bentuk solidaritas kepada sahabat saya Jerinx dan serta mengemukakan aspirasi menyuarakan solidaritas kebebasan JRX, karena itu hak warga negara yang dilindungi konstitusi,"tandasnya.
Pun ia berujar kepada penyidik bahwa tidak ada bentuk paksaan ataupun dibaya dalam aksi ini. "Semuanya pakai dana pribadi, namanya juga solidaritas,"terangnya. ( kanalbali/WIB )