kumparan
19 Agu 2019 14:17 WIB

Diversi Gagal, 3 Remaja Pelaku Bullying Segera Disidangkan

Pelaku bullying saat sidnag diversi di Kejari Klungkung, Senin (19/8) -kanalbali/KR7
KLUNGKUNG, Kanalbali - Setelah dua kali gagal dilakukan diversi (mediasi dama-red), baik di Polres Klungkung dan Kejaksaan Negeri Semarapura, 3 tersangka pelalu Buly sekaligus penganiayaan korban Ni Ketut APP (15) segera disidangkan.
ADVERTISEMENT
Mereka adalah Komang P (16), P (16) dan Kadek KD (16). “Tadi sudah dilakukan diversi bersama keluarga korban dan keluarga tersangka, dan dihadiri pihak Badan Pemasyarakatan (bapas), termasuk dari P2TP2A Klungkung dan Dinas Sosial, namun tetap gagal ,” kata Kasi Pidum Kejari Klungkung Ahmad Fatahila, Senin (19/8).
Walaupun kasusnya lanjut, hingga saat ini belum dilakukan upaya penahanan terhadap ketiga tersangka karena masih anak-anak dan dalam pengawasan kedua orang tua juga. Selain itu saat ini ketiganya juga melakukan wajib lapor setiap Senin dan Kamis hingga persidangan dilaksanakan.
Sebelum diserahkan kekejaksaan, pihak Satreskrim polres Klungkung juga mengecek kesehatan ketiganya untuk memastikan kesiapan diperiksa dikejaksaan dan mengikuti proses diversi. “yaa tadi sudah dicek, sekarang kita bawa ke Kejaksaan untuk proses selanjutnya,” kata Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Mirza Gunawan, Senin (19/8) pagi.
ADVERTISEMENT
Menuturnya ketiganya diganjar dengan pasal 80 jo Pasal 76 UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak yang sudah diubah kedalam uu no. 35 tahun 2014 dengan ancaman kurungan penjara selama 3 tahun. Namun karena pelaku masih dibawah umur, penyelesaian kasus ini diupayakan diversi.
Proses diversi sudah dilakukan kepolisian, Jumat (12/7) dengan mempertemukan pihak korban dan pelaku. Namun pihak korban ingin kasus ini lanjut hingga ke pengadilan, karena video kekerasan yang dialami korban sampai viral di media sosial.
Sementara salah satu keluarga tersangka, Mangku Nyoman Suja mengaku pasrah dan hanya bisa berharap anaknya bisa dimaafkan sehingga bisa belajar dengan tenang yang saat ini baru masuk Sekolah SMA. “Anak saya sudah mulai masuk SMA sekarang, dan dititip di asram Gurukula Bangli, agar dapat belajar dan mendapat pendidikan yang baik, dan tidak nakal lagi,” ujarnya. (kanalbali/KR7)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan