News
·
25 November 2020 17:48

Hari Guru, PGRI Ungkap Masih Ada Guru Dibayar Rp 200 Ribu Per Bulan di Bali

Konten ini diproduksi oleh Kanal Bali
Hari Guru, PGRI Ungkap Masih Ada Guru Dibayar Rp 200 Ribu Per Bulan di Bali (339233)
Perayaan Hari Guru Nasional di Bali - IST
DENPASAR - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Bali meminta Pemerintah Provinsi Bali memperhatikan kesejahteraan guru Honorer di Bali. Sampai saat ini masih ada guru yang dibayar sangat rendah bahkan hanya Rp 200 ribu per bulan.
ADVERTISEMENT
"Kalau guru ASN saya kira tidak ada masalah, karena mereka dibayar dengan gaji tetap. Sedangkan untuk guru honor atau guru swasta kan ini yang jadi masalah, apalagi ditengah pandemi COVID-19, jadi perlu diperhatikan," kata Ketua PGRI Bali, Komang Artha Saputra saat dikonfirmasi Kanalbali, Rabu (25/11/2020).
Komang menuturkan, jumlah upah yang diterima para guru Honorer di Bali bervariasi, ada yang dibayar Rp. 200 ribu hingga Rp. 500 ribu dalam sebulan. Semuanya, lanjut Komang, tergantung dari kesepakatan yang di dapat antara sang guru dengan sekolah masing-masing.
"Intinya bervariatif, misalnya ada guru Honorer terus dia mengajar 4 jam setiap minggu dan honornya Rp 50 ribu, maka sebulan dia bisa mendapatkan 200 ribu karena hanya mengajar 4 jam perminggu. Jadi tergantung jumlah tatap mukanya dia, atau saat pandemi seperti sekarangg ini, tergantung dari jumlah belajar daringnya," terangnya.
Hari Guru, PGRI Ungkap Masih Ada Guru Dibayar Rp 200 Ribu Per Bulan di Bali (339234)
Ketua PGRI Bali, Komang Artha Saputra - IST
Meski begitu, Komang tak mau menyebut berapa jumlah guru Honorer di seluruh Bali yang menerima upah jauh dari kata sejahtera. Ia mengatakan, ukuran sejahtera adalah relatif bagi setiap orang. Intinya, sambung dia, harapan besar tetap disematkan kepada pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan guru guru tersebut.
ADVERTISEMENT
"Selama ini pemerintah pusat sudah memberikan bantuan, yang terakhir ini kan Bantuan Sumbangan Upah (BSU) sebesar 1,8 sekali bayar kepada guru-guru honorer non asn. Tapi itu belum cukup," ujarnya.
"Makanya perlu di bantu oleh pemeritnah provinsi apakah itu dalam bentuk seperti yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, ataukau dalam bentuk lainnya seperti tunjangan atau bahkan pemberian sembako. Intinya kami sangat berharap sehingga guru-guru bisa lebih kreatif dan bisa menghasilkan genarasi yang lebih baik," tutur Komang. (Kanalbali/ACH)