Pencarian populer

Mimpi Punya Pembangkit Listrik dari Sampah Kembali Bangkit di TPA Suwung

TPA Suwung (DOk.Kumparan)

DENPASAR, kanalbali.com --- Pembangkit Listrik dari hasil pengolahan sampah di TPA Suwung sudah berkali-kali digagas tapi selalu gagal. Kini ada rencana lagi untuk membuat proyek tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, Ketut Wisada, Kamis (22/11) mengatakan dalam waktu dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) segera akan dibangun oembangkit listrik tenaga sampah atau yang dikenak dengan waste to energy (WTE). "Mohon doanya, saat ini masih dalam proses tender,"jelasnya.

TPA seluas 32 hektar tersebut akan dibagi menjadi dua dengan pembagian sebagai berikut yakni 10 hektar untuk WTE dan 22 Hektar untuk ecopark. "Target proyek ini rampung 2021 sesuai Perpres nomor 35 tahun 2018 tentang WTE,"imbuhnya.Di dalam Perpres tentang WTE ini juga disebutkan ada tipping fee sebesar Rp 500 ribu perton sampah.

BACA JUGA : Gung Tri : Pariwisata Berkualitas Bukan Soal Mahal dan Murah

"Jika kurang maka Pemda yang buang sampah disana akan merundingkan bersama untuk biaya operasionalnya. Saat ini masih cari investor. Dulu kami ada 19 calon investor, sekarang sudah PLN yang menghandle investor itu," kata Wisada.Sebagai tambahan, 1200 ton sampah mampu menghasilkan 10Megawatt energi listrik.

Kota Denpasarrata-rata menghasilkan sampah perharinya sekitar 3500 kubik atau 1200 ton sampah perhari. Dan dari total ssluruhnya diketahui sebanyak 40 persen sampah bersumber dari anorgani dan 60 persen dari organik.

Melihat hal tersebut, pemerintah kota Denpasar dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) berupaya memanfaatkan dan mengurai samapah tersebut menjadi lebih ekonomis.

"Volume sampah ini sama dengan pengangkutan sebanyak 530 kali angkut ke TPA. Oleh sebab itu kami terus berupaya menyulapnya menjadi hal yang lebih ekonomis dan memiliki manfaat lebih baik lagi,"ujarnya.

Lebih lanjut, hingga kini rumah tangga masih menjadi penyumbang terbanyak dari sampah tersebut, menngingat wilayah Denpasar tidak cukup banyak memiliki industri. "Denpasar tidak memiliki banyak industri dan sekitar 10 persen saja sampah berasal dari hotel dan restoran,"ucapnya.(kanalbali/GAN)

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.35