Pencarian populer
News

Pembersihan Material Longsor di Klungkung Gunakan Jalan Spiritual

Alat berat dikerahkan untuk membersihkan longsoran di Subak Tihingan, Banjarangkan, Klungkung (dok.kanalbali)

KLUNGKUNG, kanalbali.com - Pasca jebolnya senderan yang menutupi saluran irigasi di Subak Penasan, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, puluhan hektar sawah tidak mendapatkan air.

Pembersihan material longsoran pun sulit dilakukan. Karenanya Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta. Wabup yang juga seorang penekun spiritual memohon petunjuk niskala (spiritual-red) dengan sarana sesajen yang dihaturkan di ujung saluran irigasi berupa terowongan.

Atas petunjuk yang didapat, Wabup meminta krama subak agar membuat pelinggih yang dibangun disekitar terowongan saluran irigasi tersebut. “Upaya niskala juga kita tempuh untuk memohon petunjuk agar air segera bisa mengalir,” ujar Wabup Kasta, Senin (11/2).

Wabup saat meninjau lokasi longsoran, Senin (11/2) - kanalbali/KR7

Hal itu mengingat sejak kejadian tiga minggu lalu, air dari hulu tidak bisa mengalir disaluran tersebut. Dikhawatirkan, padi yang baru ditanam tidak bisa dilakukan panen secara maksimal.

Upaya pembersihan material longsoran telah dilakukan oleh anggota (krama) Subak Penasan secara manual. Tetapi upaya ini belum membuahkan hasil. Pemerintah Kabupaten Klungkung selanjutnya turun tangan dengan menerjunkan satu unit alat berat untuk membersihkan material longsoran.

Kelian Subak Penasan, Komang Artana menyatakan kalau material longsoran ini dibiarkan terlalu lama, kemungkinan besar padi di Subak Penasan panennya tidak maksimal atau bahkan gagal panen. Mengingat saluran irigasi ini sebagai jaringan primer atau satu-satunya sumber saluran air yang mengairi sekitar 143 hektar sawah di Subak Penasan. “Kalau dibiarkan semakin lama akan semakin besar kerugian kami,” ujar Artana.

Menurutnya, sekitar 60 hektar sawah di Subak Penasan saat ini memasuki masa tanam efektif. Sejak terjadinya longsor, sekitar 600 orang petani krama Subak Penasan sudah melakukan upaya pembersihan secara manual tetapi belum membuahkan hasil.

Dengan bantuan dari pemerintah, pihaknya berharap material longsor ini cepat tertangani sehingga lahan Subak Penasan tidak menjadi lahan tidur. “Mudah-mudahan cepat penanganannya agar subak kami tidak menjadi lahan tidur,” ucapnya. (kanalbali/KR7)

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: