News
·
26 September 2020 12:37

Polda Bali Ringkus Mantan Karyawan yang Bobol Toko Emas Majikannya

Konten ini diproduksi oleh Kanal Bali
Polda Bali Ringkus Mantan Karyawan yang Bobol Toko Emas Majikannya  (646120)
searchPerbesar
Dua pelaku perampokan toko emas saat berada di Polda Bali - WIB
Polda Bali melalui Tim Resmob berhasil meringkus dua orang pria berinisial NS (38) dan KS (48). Mereka berdua terbukti membobol toko emas di sebuah toko perhiasan I Gede Padnya (60) di Jl Kerobokan Kuta Utara, Jumat (25/09) kemarin.
ADVERTISEMENT
“Kerugiannya mencapai Rp 170 juta,” ungkap Dirkrimum Polda Bali, Kombes Pol Dodi Rahmawan, Sabtu, (26/09).
Setelah dilakukan interogasi, rupanya KS merupakan mantan karyawan toko yang satu setengah tahun yang lalu dipecat lantaran melakukan hal yang sama. “Dia menjadi otak dalam aksi pencurian ini,”ungkap Dodi
Menurut penuturannya, KS dan NS berhasil melarikan 13 buah cincin emas dengan berat masing-masing cincin 15 gram, serta satu buah potongan gelang emas dengan berat 20 gram.
Polda Bali Ringkus Mantan Karyawan yang Bobol Toko Emas Majikannya  (646121)
searchPerbesar
Bekas pajangan emas yang dirampok - ist
“Menurut Keterangam saksi, saat sedang berjaga di toko,sekitar pukul 11.56 WITA tiba-tiba ada orang yang datang menggunakan Jaket putih, celana panjang, syal, masker dan sarung tangan yang dikira sebagai pengunjung/pembeli,”ujarnya
Ketika berada di depan kaca etalase perhiasan, pelaku tanpa basa basi langsung memecahkan kaca etalase menggunakan paving blok lalu mengambil 1 kotak cincin emas dan pergi berlari menuju timur toko.
ADVERTISEMENT
”Saksi mencoba untuk mengejar pelaku namun pelaku berlari ke arah timur menuju temannya ygang menggunakan motor Vario dan kabur menuju arah timur,”terangnya.
Berdasarkan penyelidikan di lapangan, rupanya kedua pelaku itu kabur ke kampung halamannya di Desa Gunung Sari, Kecamatan Seririt Buleleng. Polisi pun langsung bergerak menuju tempat persembunyian dan menangkap mereka berdua.
“Barang bukti hasil kejahatan sementara di sembunyikan pelaku dalam tanah menunggu situasi aman,”pungkas Dodi.
( kanalbali/WIB )