kumparan
20 Mar 2019 20:42 WIB

Polisi Masih Buru 1 Warga Rusia Perampok Money Changer di Kuta

Para pelaku perampokan yang tertangkap Polresta Denpasar, Rabu (20/3) - kanalbali/kad
DENPASAR, kanalbali.com - Terungkapnya kasus Warga Negara Asing (WNA) asal Negara Rusia yang melakukan perampokan di Money Changer masih menyisakan masalah. Sebab, masih ada satu pelaku yang belum tertangkap dan diduga membawa senjata laras panjang.
Saat tim gabungan melakukan penggeledahan di kamar indekos salah pelaku Alexei Korotkikh (44) yang tewas ditembak mati, ditemukan magazine berisi 16 peluru dengan kaliber 5,56 milimeter.
"Kami temukan juga magazine dengan peluru sejumlah 16 butir dengan kaliber 5,56 ini untuk senjata SS1. Di CCTV ada gambar pelaku yang membawa sejenis SS1," ujarnya di Mapolresta Denpasar, Rabu (20/3) sore.
Kapolresta menjelaskan, dalam rekaman CCTV memang terlihat ada empat pelaku yang masuk ke Money Changer. Jadi, satu pelaku lain masih dalam pengejaran. Untuk senjatanya juga hingga kini belum ditemukan dan diduga dibawa pelaku yang buron tersebut.
"Pelaku membawa senjata api laras panjang dan sampai sekarang kami masih selidiki. Karena masih ada pelaku yang belum kita amankan," imbuhnya.
Kapolresta juga menyampaikan, senjata SS1 tersebut diduga senjata miliki anggota Brimob Polda Bali yang dirampas di areal parkir Ayana Resort and Spa, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, pada Agustus 2017 silam.
Hal tersebut setelah diperiksa, anggota Brimob yang kehilangan senjata tersebut membenarkan magazine itu miliknya. Yang berbeda adalah warnanya yang sudah diganti pelaku dengan cat silver.
"Kalau kita lihat dari magazine dari hasil keterangan anggota yang hilang senjatanya, pelurunya dari organik Brimob yang hilang di Ayana (Nusa Dua) dan ini memang magazine jenis SS1. Kalau dilihat ini sudah diganti warnanya menjadi silver," ungkapnya.
Kapolresta menegaskan, pihaknya kini masih melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku. Selain itu, mencari senjata api yang digunakan."Kalau kita lihat masih satu orang lagi yang dilakukan pengejaran," ucapnya.
Kapolresta juga menyampaikan, para pelaku ini diduga sama dengan yang melalukan perampokan Money Changer di Jalan Nakula, Legian, pada Desember 2018 lalu. Pada saat itu, diketahui bahwa pelaku merupakan WNA dilihat dari matanya yang berwarna biru. Dari hasil pengembangan sekitar 4 bulan, kemarin ternyata tersangka kembali melakukan aksinya di lokasi lain. (kanalbali/KAD)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan