Food & Travel
·
20 November 2020 11:45

Potensi Bali untuk Wisata Kesehatan Belum Dimaksimalkan

Konten ini diproduksi oleh Kanal Bali
Potensi Bali untuk Wisata Kesehatan Belum Dimaksimalkan (254404)
Wagub Cok Ace saat bertemu Indonesia Medical Tourism Board (IMTB) , Jumat (20/11/220) - IST
DENPASAR - Bali telah dikenal dengan image destinasi wisata leisure yang menawarkan keindahan alam atau wisata budaya yang kuat. Namun, dibalik itu ternyata ada diversifikasi wisata lain yang jarang diketahui oleh turis domestik, yakni wisata medis.
ADVERTISEMENT
Hal itu disampaikan General Manager Indonesia Medical Tourism Board (IMTB) Putu Deddy Suhartawan saat bertemu dengan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Jumat (20/11).
"Padahal sumber daya kita cukup mumpuni dengan 280 Rumah Sakit yang sudah terakreditasi paripurna, sementara 30 rumah sakit sudah terakreditasi internasional," kata Deddy.
Selain itu, menurutnya Bali sejak peristiwa Bom Bali I dan II hingga sebelum pandemi cobid-19 terus membenahi diri, khususnya dalam aspek layanan kesehatan. Maka tak heran bila banyak warga asing yang bersedia mencoba layanan medis sembari berlibur di Pulau Dewata.
Potensi Bali untuk Wisata Kesehatan Belum Dimaksimalkan (254405)
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati - IST
Jenis layanan kesehatan yang diakses wisatawan Bali beragam tetapi yang utama adalah layanan kosmetik, baik untuk bedah plastik, face implant, face lift, liposuction hingga yang bersifat non-invasif. Jumlahnya bisa mencapai 60 pasien per bulan dengan pendapatan mencapai 1.2 miliar.
ADVERTISEMENT
Untuk itu, ia mengatakan ingin menggaungkan wisata medis ini di Bali sehingga selain Bali sebagai tempat tujuan wisata budaya juga sebagai tempat kunjungan wisata medis baik untuk internasional ataupun domestik.
Menanggapi hal itu, Wagub Cok Ace mengatakan bahwa potensi pariwisata kesehatan atau medis ini memang cukup besar, dimana pariwisata kesehatan sebenarnya merupakan bentuk tren pariwisata yang menggabungkan aspek kesehatan dan hiburan.
Wagub sepakat, Bali memang memiliki potensi luar biasa sebagai destinasi pariwisata kesehatan global, terutama dari segi wellness (kebugaran). Terdapat sekitar 3.200 wellness centers di Bali seperti pusat pengobatan herbal tradisional dan spa.
Wagub berharap dengan keinginan IMTB ini untuk mengembangkan wisata medis di Bali dapat berjalan dengan lancar dan Pemprov Bali sangat mendukung hal tersebut. “Hanya yang perlu diperhatikan adalah lebih menonjolkan apa yang sebenarnya potensi yang kita miliki dan belum dimiliki oleh negara lain, sehingga kita tidak bersaing sengit dengan negara lain”, pungkasnya. (kanalbali/RLS)
ADVERTISEMENT