News
·
16 November 2020 14:34

Sabu Kiriman dari Malaysia Dimusnahkan BNN Bali

Konten ini diproduksi oleh Kanal Bali
Sabu Kiriman dari Malaysia Dimusnahkan BNN Bali (82890)
Petugas BNN menunjukkan barang-bukti yang akan dimusnahkan - IST
DENPASAR - Sebanyak 90 gram sabu dan 859 gram ganja dimusnahkan oleh Bandan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali, Senin (16/11/20). Sabu didapat dari tangkapan terhadap pria berinisial RB (46) yang mendapat kiriman dari Malaysia. sedang ganja adalah milik MS (66)
ADVERTISEMENT
Kepala BNN Provinsi Bali, Putu G Suastawa mengungkapkan, dari pengakuan RB ia mendapatkan sabu dari Malaysia yang dikirim melalui ekspedisi. "TKP berada di parkir mini market Jl Ida Bagus Mantra," katanya
Ia mengungkapkan, pihak BNN telah berhasil mengendus jaringan peredaran sabu ini."Barangnya hanya dikirim dari Malaysia, sementara pengendalinya dari Indonesia," ungkapnya.
Sementara itu, ganja seberat 859 gram itu didapat ketika penangkapan terhadap MS di sebuah rumah di kawasan desa Beraban, Kediri Tabanan. "Namun proses penyidikan terhadap MS ini terhenti karena tersangka telah meninggal," tandasnya.
Sabu Kiriman dari Malaysia Dimusnahkan BNN Bali (82891)
RB yang menjadi penerima paket sabu dari Malaysia - IST
Fakta lain diungkapkan oleh BNN Provinsi Bali. Sepanjang pandemi COVID-19 tangkapan narkotika BNN dan pihak kepolisian meningkat cukup drastis. Suastawa mengemukakan peningkatan tangkapan narkotika naik sebanyak 8 persen.
ADVERTISEMENT
"Dari bulan Januari sampai November ini, ada 618 berkas kasus dari awalnya 571 berkas di seluruh Bali dengan 716 orang tersangka," ungkapnya.
Terlebih lagi kata dia, para pekerja yang di PHK akibat penyebaran virus corona banyak yang menjadi pengedar narkoba.
"Hasil data mengatakan, pekerja yang dirumahkan banyak yang menjadi pengedar. Jenis narkotika yang terbanyak yaitu shabu-shabu, ganja, tembakau gorila, dan ekstasi," bebernya.
Ia juga memaparkan, wilayah Denpasar menjadi wilayah terbanyak peredaran narkoba. "Disusul Badung, Buleleng, Gianyar, Klungkung, Tabanan, Karangasem, Jembrana," terangnya. (Kanalbali/WIB)