Selama G20, Konsumsi BBM di Bali Turun 4 Persen

Konten Media Partner
25 November 2022 9:41
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
https://mypertamina.id/
zoom-in-whitePerbesar
https://mypertamina.id/
Bus listrik di arena KTT G20 Bali - IST
zoom-in-whitePerbesar
Bus listrik di arena KTT G20 Bali - IST
ADVERTISEMENT
DENPASAR, kanalbali.com - Selama perhelatan G-20 di Bali, konsumsi BBM di Bali mengalami penurunan sekitar 4 persen dari rata2 Normal 3.948 KL menjadi 3.805 KL. Sedangkan LPG mengalami kenaikan 6% dari rata2 Normal 763 MT menjadi 808 MT.
ADVERTISEMENT
Data itu diungkap Gusti Anggara selaku Sales Area Manager dari Pertamina Patra Niaga regional Jatimbalinus, Jumat (25/11/2022) dalam rilisnya.
Penurunan itu antara karena komitmen mendukung Pemerintah untuk penggunaan energi bersih pada pelaksanaan KTT G20 di Bali, 15-16 November lalu.
"Kami mendukung program transisi energi dengan menghadirkan Charging Station untuk bus listrik yang membawa tamu delegasi berbagai negara, disamping juga terdapat Battery Swapping Station yang memudahkan para ojek online dalam beraktifitas selama perhelatan G20,” tuturnya.
Pengisian BBM di Depo Pertamina - IST
zoom-in-whitePerbesar
Pengisian BBM di Depo Pertamina - IST
Terdapat 962 unit kendaraan listrik yang digunakan untuk menunjang kegiatan dan mobilitas para delegasi negara selama KTT G20 di Nusa Dua, Bali. Dari jumlah tersebut, sekitar 838-nya merupakan mobil listrik. Sisanya, 26 unit bus listrik dan hampir 454 unit merupakan sepeda motor listrik.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Selain Charging Station, SPBU GES juga didukung dengan keberadaan PV Solar System yang dapat menyuplai kebutuhan listrik untuk operasional SPBU tersebut.
Sementara itu, untuk kebutuhan avtur pesawat delegasi dari 19 negara dan perwakilan Uni Eropa, Pertamina Patra Niaga juga memastikan stok mencukupi.
”Pemimpin dari masing-masing negara ini kan membawa pesawat sendiri-sendiri. Sudah kami antisipasi untuk menyediakan avtur agar kebutuhannya bisa dilayani,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Deden Mochammad Idhani.
Selama periode KTT G20, konsumsi avtur di bandara pendukung mengalami peningkatan sebesar 18 persen. Tidak hanya bandara Ngurah Rai, tapi juga di bandara Juanda, Lombok dan Banyuwangi.
"Di periode event G20, konsumsi avtur di 4 bandara tersebut secara total meningkat dari konsumsi normal sebesar 1819 KL per hari menjadi 2139 KL per hari. Kenaikan terbesar terjadi di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali dan Juanda, Surabaya,” tutur Deden.
ADVERTISEMENT
Sementara untuk kebutuhan BBM lainnya, Pertamina memastikan seluruh titik suplai yakni Terminal BBM, Terminal LPG, dan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) dalam kondisi optimal. Kedua, memastikan stok di titik suplai dan lembaga penyalur seperti SPBU, outlet LPG, SPBU nelayan, dan pengisian pesawat udara semua stoknya aman. (Kanalbali/WIB)