News
·
23 Februari 2021 12:52

Serahkan Kontra Memori, Pengacara Jerinx Harapkan Kasasi Jaksa Ditolak

Konten ini diproduksi oleh Kanal Bali
Serahkan Kontra Memori, Pengacara Jerinx Harapkan Kasasi Jaksa Ditolak (24599)
Tim pengacara Jerinx saat berada di PN Denpasar, Bali - IST
DENPASAR - Tim Penasehat Hukum I Gede Ary Astina (Jerinx) Selasa (23/02/21) menyerahkan kontra memori kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) ke Makamah Agung melalui Panitera Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.
ADVERTISEMENT
Koordinator Penasehat Hukum Wayan 'Gendo' Suardana mengutarakan, memori kasasi yang dibuat jaksa sudah sepatutnya ditolak oleh MA. "Memori kasasi jaksa, seperti yang telah kami sampaikan bahwa, itu dipaksakan tak berdasar dan bertentangan hukum," tegasnya.
Alasanya ungkap Gendo, JPU menyatakan dalam memorinya bahwa hakim salah menerapan pembuktian sehingga Judex factie (putusan hakim) banding terlalu ringan terlalu ringan memberi vonis 10 bulan kepada Jerinx.
"Pendapat kami, alasan kasasi itu tak berdasar hukum dan bertentangan Undang-undang karena berat ringanya hukuman pemidanaan bukan kewenangan kasasi, tapi ukuran pemidanaan merupakan kewenangan Yurisprudesi Makamah Agung 797 tahun 1983. Selain itu doktrin hukum dari M Yahya Harahap juga menyatakan hal yang sama," jelasnya.
Keberatan jaksa dalam kasasinya serta alasan-alasan, ungkap Gendo merupakan pengulangan fakta yang bukan kewenangan kasasi. Padahal keberatan jaksa sudah diakomodir dalam putusan hakim banding.
ADVERTISEMENT
Sehingga kemudian alasan jaksa mengajukan kasasi karena mengukur berat ringannya pemidanaan menurutnya bertentagan dengan pasal 253 ayat 1 KUHP. "Oleh karena itu patut ditolak," tegasnya lagi.
Gendo juga menerangkan dalam memori kasasi jaksa, apabila hakim telah salah dalam melakukan pembuktian, pihaknya berpendapat A Contrario. "Itu artinya jaksa sepakat dengan kami bahwa jaksa salah dalam penerapan pembuktian dan sepatutnya Jerinx bebas, karena pembuktian jaksa kan sudah diterima oleh hakim, nah kalau dia bilang salah pembutiannya oleh hakim maka itu menyatakan Jerinx sepatutnya dibebaskan," ujarnya.
"Kami apresiasi pendapat hukum Majelis Hakim banding bahwa pidana bukan alat pembalasan atau ajang balas dendam, maka kami meminta surat dakwaan pemohon kasasi dinyatakan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan," tutupnya. (Kanalbali/WIB)
ADVERTISEMENT