Sidak Ombudsman: Solar Langka di Bali Gara-gara Kuotanya Tersedot Saat G20

Konten Media Partner
8 Desember 2022 14:58
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sidak Ombudsman Bali di sejumlah SPBU terkait kelangkaan solar - IST
zoom-in-whitePerbesar
Sidak Ombudsman Bali di sejumlah SPBU terkait kelangkaan solar - IST
ADVERTISEMENT
DENPASAR, kanalbali.com - Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Bali Sri Widhiyanti melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah SPBU terkait kelangkaan BBM solar di Bali.
ADVERTISEMENT
"Dari situ terungkap, kuota solar untuk tahun 2022 per SPBU memang telah habis," katanya Kamis (8/12/2022).
Dalam kunjungan ke Pertamina kemudian Ombudsman Bali mendapat informasi yang menguatkan fakta di lapangan itu. "Untuk Bali sendiri telah mendapat kuota sekitar kurang lebih 191.743 ribu liter untuk JBT (Bio Solar) pada tahun 2022 oleh BPH Migas," kata Sri.
Dijelaskan pula, bahwa Kuota BBM per SPBU sudah ditentukan oleh BPH Migas. Dalam situasi terjadi kekurangan dikarenakan kuota habis, SPBU bisa saja mendapat penyaluran BBM, namun dengan konsekuensi SPBU tersebut harus mengganti selisih biaya yang tidak murah. Tentu ini adalah langkah yang tidak mudah bagi SPBU atau pengusaha.
Ombudsman juga mendapatkan informasi bahwa event G20 yang diselenggarakan pada bulan November lalu membutuhkan dan menghabiskan banyak BBM menjadi salah satu penyebab kelangkaan BBM yang terjadi pada saat ini.
ADVERTISEMENT
"Pertamina telah menyurati BPH Migas agar diberikan izin melakukan pengalihan BBM antar Provinsi ataupun melakukan kebijakan-kebijakan yang dirasa tepat mengatasi masalah tersebut," jelasnya.
Pertamina area Bali normalnya menyalurkan 660.000 Liter Solar per hari. Tetapi pada tanggal 6 Desember 2022 menyalurkan 840.000 Liter Solar per hari alias 20% di atas normal.
Kemudian, pada tanggal 7 Desember 840.00 liter solar per hari sesuai kebutuhan masing-masing SPBU. Telah dikoordinasikan juga ke Terminal BBM Pesanggaran dan Manggis supaya dilakukan supply secara bersamaan agar konsumen tidak panik.
Dari informasi itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Bali berharap pihak Pertamina terus menyampaikan perkembangan kondisi BBM di Bali kepada BPH Migas.
" Kalau memungkinkan, BPH Migas dapat mengalihkan kuota BBM terutama solar yang masih ada di Provinsi lain untuk dialihkan ke Provinsi Bali. Kemudian juga agar lebih memperlancar distribusi solar dan juga jenis BBM lainnya agar ketersediaannya di SPBU tidak terlalu lama kosong," katanya.
ADVERTISEMENT
Ombudsman juga berharap agar ada koordinasi dengan pihak kepolisian agar antrian di SPBU tak sampai mengganggu ruas jalan dan menimbulkan kemacetan. "Kami juga mengimbau warga tak terlalu panik dengan situasi yang sedang diusahakan agar normal kembali," katanya. (kanalbali/RFH)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020