Situasi Pandemi di Bali, Finance Lirik Pembiayaan Sektor Pertanian

Konten Media Partner
20 Agustus 2021 12:35
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Situasi Pandemi di Bali, Finance Lirik Pembiayaan Sektor Pertanian  (138298)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi interaksi dengan alam yang terjadi di lahan pertanian padi. Foto: iStock
ADVERTISEMENT
DENPASAR- Lumpuhnya pariwisata membuat perusahaan pembiayaan (finance) mulai mengincar sektor lain seperti pertanian. Seperti yang dilakukan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance).
ADVERTISEMENT
Mereka akan lebih fokus memberikan pembiayaan baru kepada sektor non formal di Bali seperti sektor pertanian dan perkebunan. "Sektor ini yang kami nilai masih mampu bertahan di tengah pandemi COVID-19," kata Direktur Portofolio Adira Finance Harry Latif pada jumpa pers secara virtual, Kamis (19/8/2021).
Ia mengatakan, ekonomi Bali sebagian besar ditopang oleh sektor pariwisata yang akhirnya lumpuh akibat pandemi sehingga Adira Finance lebih selektif untuk memberikan pembiayaan baru bagi sektor ini.
"Sektor yang sangat terdampak COVID-19 kami kurangi untuk diberikan pembiayaan baru, dan sektor yang masih bisa bertahan tetap kami cover," jelasnya.
Meski pembiayaan baru dilakukan selektif, sambungnya, Adira Finance di Bali mencatatkan kinerja positif hingga pertumbuhan mencapai tiga persen pada semester I/2021 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).
Situasi Pandemi di Bali, Finance Lirik Pembiayaan Sektor Pertanian  (138299)
zoom-in-whitePerbesar
Pariwisata di Bali sedang mengalami kelesuan karena pandemi - IST
"Tahun lalu pada April hingga Juni 2020 kinerja kami berada pada titik terendah. Namun pada tahun ini kinerja Adira Finance mulai menunjukan perbaikan," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Dia memaparkan pada semester I/2021 ini kinerja Adira Finance tercatat mengalami pertumbuhan 17,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Dari kinerja tersebut, wilayah Bali hanya memberi andil satu persen karena sebagai daerah yang paling terdampak COVID-19 di Indonesia.
Adapun untuk mendongkrak pembiayaan baru, Adira Finance kembali menggelar pameran pembiayaan digital lewat Adira Virtual Expo (AVE) 2021. Acara ini diselenggarakan mulai Kamis, 19 Agustus hingga Minggu, 19 September 2021.
Adira Finance menargetkan akan mampu meraih omzet pembiayaan hingga mencapai Rp120 miliar sepanjang kegiatan AVE 2021. (kanalbali/LSU)