kumparan
4 Januari 2019 20:40

Terseret Arus, 2 Bocah di Gianyar Nyaris Tenggelam

Petugas Balawista berhasil menyelamatkan 2 bocah yang nyaris tenggelam di Pantai Cucukan, Gianyar, Jum'at (4/1)- kanalbali/KR11
GIANYAR , kanalbali.com - Dua bocah, Kadek Dion (13) asal Banjat Kaja Kauh Desa Lebih nyaris saja tenggelam diseret gelombang pasang di Pantai Cucukan, Jumat (4/1). kadek Dion berenang bersama temannya dan nekat berenang, walau gelombang laut sedang pasang. Dari informasi yang didapat, kejadian sekitar pukul 16.30 Wita tersebut, bocah tersebut terseret sampai 100 meter ke tengah laut. Pada saat tersebut, seorang nelayan dan petugas Balawista yang berjaga di sekitar pantai sigap melihat dan langsung memberikan pertolongan. Dua petugas Balawista berenang dengan peralatan seadanya meraih tubuh mungil dua bocah itu. Ketika sudah didapat, kedua bocah langsung dibawa ke tepi dan diberikan pertolongan darurat. Beruntung tidak banyak air laut masuk ke dalam tubuhnya, dan korban masih dalam keadaan gemetar. Namun Kadek Dion harus dipapah karena kondisinya lemas. Sedangkan bocah satunya masih tampak kuat pasca dievakuasi ke bibir pantai. Guna mendapatkan pertolongan medis, Kadek Dion dilarikan ke RSU Sanjiwani, mengingat kondisinya lemas. Informasi di pantai menyebutkan, kedua bocah ini datang bersepuluh. Kepala BPBD Gianyar, AA Gede Oka Digjaya memastikan kedua korban dalam keadaan selamat. "Balawista sudah bertugas maksimal, kita apresiasi dua nyawa bisa diselamatkan," ungkapnya. AA Oka Digjaya menjelaskan, jelang bulan mati (Tilem) kondisi gelombang laut saat ini sedang meninggi. Dirinya berharap, agar masyarakat yang ingin berenang di pantai agar berhati-hati dan jangan memaksakan berenang saat gelombang tinggi. "Sesuai rilis BMKG yang kami terima, terhitung mulai Oktober 2018 sampai Maret 2019 cuaca tergolong ekstrem. Wilayah Gianyar berpotensi hujan lebat, angin kencang, petir, termasuk gelombang tinggi," paparnya. (kanalbali/KR11)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan