kumparan
14 Februari 2019 13:34

3 Laporan Wajib untuk Para Pemilik Usaha Pemula

Berwirausaha berarti kita harus siap untuk menjalankan semua tugas dan fungsi yang ada di dalam usaha kita, salah satunya adalah pembuatan laporan. Laporan menjadi hal yang penting dalam kegiatan berwirausaha, terutama yang memperkerjakan beberapa pegawai di dalam usahanya. Laporan ibaratnya sebagai bentuk pengawasan secara tertulis untuk mengontrol usaha kita.
ADVERTISEMENT
Berikut 3 laporan awal sederhana yang direkomendasikan untuk mengontrol usaha kamu, check it out!

1. Laporan Kas

Ilustrasi Kas | Photo by Sharon McCutcheon on Unsplash
Kas menjadi hal yang paling penting karena berbicara tentang uang. Laporan kas akan memberikan kita kontrol terhadap berapa banyak uang yang masuk, berapa banyak yang keluar, berapa banyak uang yang diinvestasikan dan sebagainya.
Jangan sampai tidak adanya pengawasan pada keluar masuknya kas berdampak pada tingkat keuntungan bersih yang diperoleh dari hasil penjualan. Kalau bisa menekan biaya dan memperbesar pendapatan, mengapa tidak?

2. Laporan Penjualan

Ilustrasi Laporan Penjualan | Photo by rawpixel on Unsplash
Penjualan merupakan gerbang sebuah usaha memperoleh pundi-pundi pendapatan. Laporan pada penjualan memberikan performa, kinerja pada usaha tersebut apakah omzet yang diperoleh sudah sesuai target apa belum.
Dengan adanya rekapitulasi penjualan akan membantu kita dalam menentukan kebijakan-kebijakan yang terukur dan terarah pada bisnis tersebut. Semisal, penjualan bulan ini menurun, apa yang harus dilakukan? Perlukah memberikan promo tambahan?
ADVERTISEMENT

3. Laporan Stok

Ilustrasi Stok | Photo by Samuel Zeller on Unsplash
Salah satu kekeliruan ketika membuka usaha adalah tidak adanya pengawasan pada stok. Aspek ini menjadi hal yang patut diperhatikan mengingat banyak sekali terjadinya penyelewengan stok seperti pencurian stok secara diam-diam, penggunaan stok yang tidak sesuai dengan standar operasional (semisal takaran bubuk minuman, dsb).
Laporan stok akan membantu kita dalam mengawasi keluar masuknya stok dalam usaha kita. Jangan sampai adanya kebocoran pada stok malah mengakibatkan kerugian yang tidak terduga. Okelah secara penjualan untung, tetapi kalau adanya kerugian pada stok, apakah bisa disebut sebagai keuntungan?
Mempelajari 3 laporan sederhana diatas tidaklah susah asalkan masing-masing pribadi mau belajar dan mencari sistem sesuai dengan usaha yang digelutinya. Membuat laporan tersebut tidak ada template yang kaku, semua bisa dicari di internet sesuai kebutuhan kita. Bisa juga kita mencoba membuat format laporannya sendiri.
ADVERTISEMENT
Content Writer : Charles Raymond
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan