kumparan
KONTEN PUBLISHER
21 Januari 2020 9:05

3 Cara Cerdas dan Sederhana Agar Diperhatikan Atasan

image.png
Terapkan tiga cara cerdas dan sederhana ini agar dapat diperhatikan oleh atasan di kantor | Photo by Unsplash/Hunters Race
Dalam bekerja di sebuah perusahaan, terkadang atasan kalian tidak mampu atau kesulitan ketika harus menghapal nama karyawan satu persatu. Kebanyakan, yang diingat oleh sang atasan adalah mereka yang benar-benar dekat atau yang berprestasi di kantor. Padahal, tak bisa dipungkiri, salah satu keinginan karyawan adalah dihapal dan diperhatikan oleh atasan.
ADVERTISEMENT
Tidak jarang, supaya bisa diperhatikan oleh atasan mereka, beberapa orang rela melakukan hal yang tidak terpuji, seperti memfitnah rekan kerjanya, mencari muka di depan atasan, dan sebagainya yang dapat merugikan orang lain.
Padahal, ada berbagai cara cerdas dan sederhana yang bisa dilakukan oleh karyawan agar dapat diperhatikan oleh atasannya, tanpa harus merugikan orang lain. Penasaran apa saja? Yuk simak tips dari Karja di bawah ini!
1. Berkomitmen
image.png
Komitmen itu penting | Photo by Unsplash/CoWomen
Menjadi seorang yang berkomitmen, berarti kalian bisa memegang apa yang telah kalian ucapkan dan melaksanakannya persis seperti ucapan kalian. Komitmen bukanlah komitmen, jika kalian tidak mampu menepatinya dan melakukannya dengan sepenuh hati.
Dengan menjadi seorang yang berkomitmen, kalian akan melaksanakan tugas kalian dengan sebaik-baiknya. Ketika kalian menjalankan tugas dengan sebaik mungkin, hasilnya tentu juga akan baik.
ADVERTISEMENT
Atasan tentunya pasti akan penasaran dengan kalian ketika tahu bahwa setiap pekerjaan yang kalian kerjakan selalu selesai dengan baik dan maksimal. Oleh karena itu, berkomitmenlah pada tugas dan tanggung jawab yang diberikan.
2. Berpengetahuan
image.png
Terus bekali dan kembangkan diri dengan ilmu dan pengetahuan baru | Photo by Unsplash/Icons8 Team
Kalian tentu pernah mendengar sebuah pepatah yang mengatakan bahwa hidup ini akan terus dan selalu belajar, tidak peduli dengan umur. Mau usia kalian muda ataupun tua sekalipun, kalian akan selalu belajar. Yang harus diketahui, belajar tidak melulu harus ikut kursus atau di kelas, lho.
Jaman sekarang sudah semakin canggih, informasi apapun yang ingin kalian pelajari bisa didapatkan dari internet. Kalian juga bisa mempelajari mengenai skill-skill yang kalian butuhkan dalam pekerjaan supaya kalian semakin maju dan kompeten.
ADVERTISEMENT
Dengan menjadi seorang yang memiliki banyak pengetahuan dan skill yang mumpuni, sudah dipastikan atasan kalian akan melirik kalian. Tidak cuma atasan, namun rekan kerja kalian pun juga pasti akan senang bergaul dengan kalian karena pengetahuan kalian yang luas tersebut.
3. Tahu Menempatkan Diri
image.png
Harus tahu bagaimana cara menempatkan diri yang benar | Photo by Unsplash/You X Ventures
Tidak semua orang tahu bagaimana cara untuk menempatkan diri dengan baik dalam suatu lingkungan. Kebanyakan orang akan menjadi terlalu jaim atau bertingkah berlebihan agar dapat diperhatikan oleh orang lain.
Dengan melakukan cara seperti itu, bukannya mendapatkan perhatian dari atasan, namun kalian malah akan mendapatkan cacian dan sindiran dari orang lain. Pandangan atasan kepada kalian pun akhirnya malah menjadi buruk.
Karena itu, untuk tahu bagaimana menempatkan diri, cukup dengan menjadi diri kalian sendiri. Tidak perlu kalian bertingkah berlebihan untuk mendapatkan perhatian dari atasan, bertingkahlah sewajarnya saja dan tunjukkan keberadaan kalian melalui prestasi, ide kreatif dan saran bagi perusahaan.
ADVERTISEMENT
Dengan cara itu, kalian akan mendapatkan pandangan yang positif dari atasan kalian tanpa perlu menyakiti hati rekan kerja kalian.
#terusberkarya
Jangan lupa follow Karja di Instagram (@karjaid) dan klik tombol 'IKUTI' di kumparan.com/karjaid untuk mendukung dan mengikuti konten menarik seputar entrepreneurship, kisah inspiratif, karya anak bangsa, dan isu sosial seputar milenial ya, Sobat!
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan