kumparan
KONTEN PUBLISHER
22 Januari 2020 14:42

4 Tren Customer Service di 2020 Agar Bisnis Semakin Laris

image.png
Simak tren customer service atau pelayanan pelanggan agar bisnis semakin laris di tahun 2020 | Photo by Unsplash/Clay Banks
Salah satu aspek penting dalam berbisnis adalah keberadaan pelanggan. Tanpa adanya pelanggan, siapa yang akan membeli produk atau menggunakan jasa yang kita tawarkan? Pelanggan sangat menentukan apakah sebuah bisnis dapat berkembang dan sukses. Dan salah satu cara agar dapat menarik pelanggan ialah dengan memberikan pelayanan yang maksimal.
ADVERTISEMENT
Dilansir dari Inc.com, customer service atau pelayanan pelanggan yang optimal adalah kunci menuju bisnis yang sukses. Sebuah survei dari Microsoft pada tahun 2017 menunjukkan bahwa 54% pelanggan memiliki ekspektasi yang lebih tinggi kepada pelayanan pelanggan dibandingkan tahun sebelumnya.
Oleh karena itu, sudah saatnya bagi para pebisnis untuk memikirkan strategi dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan. Dirangkum dari Inc.com, berikut tren customer service atau pelayanan pelanggan yang dapat dicoba di tahun 2020.
1. Menjadi Responsif dan Berikan Pelayanan Secara Cepat
image.png
Jadilah responsif kepada pelanggan | Photo by Unsplash/Blake Wisz
Di tengah gempuran teknologi yang begitu pesat dan serba cepat, tak ayal pelanggan pun menginginkan respon dan pelayanan yang cepat pula. Menurut HubSpot Research, 90% pelanggan menilai respon langsung dari pemilik bisnis saat mereka bertanya sangatlah penting. Dan 60% pelanggan mendefinisikan respon langsung tersebut selama 10 menit atau kurang.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, perlu diperhatikan bahwa menjadi responsif saat pelanggan bertanya adalah hal yang penting. Dengan menjadi responsif, pelanggan merasa puas akan pelayanan yang kita berikan dan mampu membuat mereka menjadi pelanggan yang loyal.
2. Customer Service Berbasis Artificial Intelligence
image.png
Chatbot dapat membantu bisnis kita dalam aspek pelayanan pelanggan | Photo by Unsplash/NordWood Themes
Bagi beberapa bisnis dengan tim yang kecil, mungkin menjawab secara responsif dan cepat selama 24/7 mungkin menjadi hal yang mustahil. Untungnya, kini sudah ada teknologi bernama chatbot, yakni sebuah sistem komunikasi otomatis yang dapat berkomunikasi dengan pelanggan, kebanyakan melalui pesan teks.
Dengan menerapkan chatbot yang didukung oleh Artifical Intelligence (AI), maka pelanggan dapat memiliki real-time conversation dan mendapat jawaban atas pertanyaan mereka secara cepat. Hal tersebut secara tidak langsung dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.
ADVERTISEMENT
Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh chatbot. Misal, sebelum pelanggan memutuskan untuk membeli produk yang kita tawarkan, mereka dapat bertanya kepada chatbot mengenai hal tersebut. Seiring perkembanganya, penggunaan chatbot semakin mudah, terutama bagi para pebisnis. Kita pun dapat menerapkannya di berbagai platform, seperti website, Mesengger, Twitter, dan lain-lain.
3. Opsi Self-Help bagi Pelanggan
image.png
Buatlah tutorial berisi petunjuk mengenai produk serta video Q&A untuk membantu pelanggan | Photo by Unsplash/John Schnobrich
Selain adanya pelayanan yang responsif, rupanya pelanggan pun menginginkan adanya pilihan self-help alias petunjuk yang dapat dibaca atau dipelajari seorang diri. Singkatnya, pelanggan kini menjadi lebih mandiri. Menurut studi dari Zendesk, 67% responden survei mengatakan bahwa mereka lebih memilih self-service atau petunjuk yang dapat digunakan sendiri dibandingkan harus bertanya kepada perusahaan atau pemilik bisnis.
Oleh karena itu, pebisnis harus mulai memperhatikan opsi self-help untuk para pelanggan. Contohnya, seperti memberikan tutorial cara penggunaan produk atau mengatasi jika produk rusak di website bisnis. Bisa juga dengan membuat video tanya jawab atau Q&A terkait petunjuk-petunjuk untuk membantu pelanggan. Tidak hanya menarik, dengan video tersebut, pelanggan akan merasa lebih terkoneksi dengan bisnis yang kita miliki.
ADVERTISEMENT
4. Menerapkan Teknologi Virtual dan Augmented Reality
image.png
Terapkan virtual dan augmented reality pada bisnis | Photo by Pexels/bruce mars
Virtual Reality (VR) adalah teknologi yang membuat penggunanya mampu berinteraksi dengan lingkungan yang didesain semirip mungkin dengan dunia maya atau virtual. Sedangkan Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang menggabungkan antara dunia nyata dengan virtual, contoh sederhananya seperti filter-filter pada Instagram Story.
Di tahun 2020 ini, diprediksikan bahwa penerapan kedua teknologi pada canggih tersebut pada bisnis akan semakin populer. Tak sedikit perusahaan yang sudah mulai menawarkan pengalaman VR dan AR kepada pelanggannya, contohnya seperti perusahaan terkenal asal Swedia, yakni IKEA.
IKEA memiliki aplikasi AR yang diberi nama IKEA Place. Aplikasi tersebut memungkinkan para pelanggan untuk mengetahui atau mensimulasikan bagaimana furnitur dan produk dari IKEA akan terlihat di rumah mereka melalui smarthphone.
ADVERTISEMENT
#terusberkarya
Jangan lupa follow Karja di Instagram (@karjaid) dan klik tombol 'IKUTI' di kumparan.com/karjaid untuk mendukung dan mengikuti konten menarik seputar entrepreneurship, kisah inspiratif, karya anak bangsa, dan isu sosial seputar milenial ya, Sobat!
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan