Pencarian populer

Bikin Termehek-mehek, Belajar Menggaet Pasar dari Iklan Obat Vicks

Cuplikan Iklan VICKS - Just A Boy #TouchOfCare di Youtube | Photo from channel VicksPhilippines on Youtube

Ada banyak perusahaan yang menggunakan anak-anak sebagai bintang iklan produk mereka. Mengapa demikian? Sebab, dengan kelucuan dan kepolosan mereka, anak-anak merupakan jalan pintas untuk menarik hati siapapun. Menyadari hal tersebut, perusahaan P&G juga melakukan hal yang serupa untuk memasarkan produk mereka, Vicks VapoRubs.

Merek balsem asal Amerika tersebut baru saja merilis video iklan produknya untuk masyarakat Filipina. Tak butuh waktu lama, iklan yang diunggah di YouTube itu langsung viral dengan ditonton hampir 8 juta viewers.

Video ini menceritakan tentang seorang bayi yang terinfeksi HIV dan ditinggalkan oleh keluarganya. Lalu dia dibesarkan oleh seorang teman dari keluarga si bayi tersebut. Perjuangan sang ibu angkat untuk membesarkan bayi itu pun tidaklah mudah. Dia harus menghadapi berbagai stigma buruk dari lingkungan sekitarnya. Kendati demikian, ia tetap berusaha sebaik mungkin agar anak itu dapat menikmati hidup tanpa penyakit.

Kemudian beranjak besar, sang ibu sempat khawatir putranya tidak akan sanggup menghadapi tatapan miring orang-orang serta dikucilkan. Namun mereka berdua dapat melaluinya dengan baik karena sentuhan seorang ibu selalu menguatkan tumbuh kembang sang anak. Mengharukan bukan?

Dari iklan tersebut, P&G jelas menggunakan taktik "sadvertising", iklan bernuansa sedih dan mengharukan. Iklan-iklan jenis ini biasanya menyuguhkan cerita inspiratif, emosional dan tidak jarang mengundang tangis. Iklan ini dinilai cukup efektif untuk memikat pasar.

Teknik advertising seperti di atas sebenarnya bukan hal baru lagi. Sekitar tahun 2011-2016, banyak pengiklan yang memenangkan hati konsumennya melalui iklan yang mengaduk-aduk perasaan dan membuat kita berderai-derai air mata.

Bahkan fenomena "sadvertising" ini tidak hanya terbatas di Asia. Kembali pada tahun 2011, perusahaan sekelas Google juga pernah membuat iklan menyentuh tentang alamat e-mail.

Langkah itu kemudian diikuti oleh P&G pada tahun berikutnya, dengan membuat iklan emosional tentang ibu-ibu dari atlet olimpiade.

Menurut Pendiri dan Chief Creative Officer perusahaan periklanan Barton F. Graf 9000, Gerry Graf, dilansir dari Fast Company, cukup banyak klien meminta perusahaannya membuat iklan yang mampu membuat penontonnya menangis. Para pemilik perusahaan menyadari bahwa iklan yang mengundang tangis jauh banyak dibagi dan mendapatkan perhatian masyarakat. Lalu kenapa orang suka menonton iklan seperti itu?

"Saya pikir kita hidup dalam dunia yang sangat digital, selalu tersambung dengan internet, namun kita masih merasa disconnected (terpisah) dari orang lain. Sebagai manusia, kita mencari hubungan antarmanusia yang sebenarnya dan saya pikir cara bercerita yang emosional tersebut mampu membantu menjembatani hal tersebut," ujar Chief Creative Officer 180, William Gelner dilansir dari Fast Company.

Jadi apakah "sadvertising" kini kembali booming sebagai jurus andalan perusahaan untuk menggaet pasar di era digital? Kita lihat saja beberapa bulan kedepan. Jika kamu penasaran dengan hasilnya, kamu bisa mencoba membuatnya untuk bisnismu sendiri.

#terusberkarja

Content Writer : Mia Della Vita

Editor : Charles Raymond

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: