kumparan
13 November 2019 15:55

BPJS Kesehatan Versus Asuransi Kesehatan?

image.png
Motto dari BPJS Kesehatan | Photo by @bpjskesehatan_ri on Instagram
Kesehatan sering kali dianggap sebagai aspek penting untuk diperhatikan. Jika ada pepatah yang mengatakan, sedia payung sebelum hujan, inilah fungsi dari asuransi kesehatan.
ADVERTISEMENT
Sebelum jatuh sakit, alangkah baiknya jika kita bersiap dengan apapun kondisinya nanti. Setuju tidak? Dengan menyiapkan asuransi misalnya, kalian dapat mengurangi tagihan rumah sakit atau pengobatan yang muncul.
Namun, tahukah kalian apa perbedaan dari Askes atau Asuransi Kesehatan dengan BPJS? Yuk, ketahui perbedaan dari kedua produk di atas.
  1. Lembaga yang Menaungi
image.png
Ilustrasi lembaga | Photo by Katie Moum on Unsplash
Untuk lembaga yang menaungi, sangat jelas kita ketahui jika BPJS berada di bawah pengawasan pemerintah. Bahkan, BPJS termasuk program wajib bagi setiap warga Negara Indonesia baik dewasa maupun anak-anak. Tidak terlewat, bayi yang belum lahir pun sudah bisa didaftarkan mengikuti BPJS.
Sedangkan untuk asuransi kesehatan dinaungi oleh lembaga swasta. Contoh yang paling sering kita ketahui adalah Prudential, Allianz dan berbagai nama asuransi lainnya.
ADVERTISEMENT
  1. Harga
image.png
Ilustrasi harga | Photo by Neonbrand on Unsplash
Untuk harga, jelas ada perbedaan antara BPJS dengan asuransi milik swasta. BPJS memperoleh subsidi dana dari pemerintah, sehingga biaya berlangganan per-bulannya jatuh lebih murah. Untuk kelas I, dikenakan tarif 160 ribu/orang setiap bulannya, untuk kelas II 110 ribu/ orang setiap bulan dan untuk kelas III dikenakan 42 ribu/orang setiap bulannya. Harga BPJS ini berlaku per-Januari 2020.
Tiap kelas BPJS membedakan ruang rawat inap yang akan didapat. Ruang rawat inap kelas I lebih bagus dari kelas II, dan begitu pula selanjutnya. Untuk obat dan jenis pelayanan tetap sama baik kelas I, II dan III.
Untuk asuransi kesehatan swasta seperti Prudential misalnya, kelas paling rendah dibandrol harga 500 ribu Rupiah. Memang lebih mahal jika dibandingkan dengan BPJS, karena asuransi swasta tidak menerima subsidi dari pemerintah.
ADVERTISEMENT
Walau begitu, tidak semua asuransi kesehatan swasta mematok harga 500 ribu Rupiah ke atas. Ada juga asuransi swasta yang memasang tarif lebih rendah, dengan harga berkisar 300 ribu per orang/bulan.
Di asuransi kesehatan swasta, tiap kelas berbeda pula harga obat dan ruang kamar inapnya. Jika mengambil kelas I maka obat yang diberikan biasanya obat yang tidak mudah didapatkan secara sembarangan dan ruangannya pun mendapat ruang yang bagus. Jika kelas III maka akan mendapat obat generic yang harganya lebih murah dan mudah ditemui di apotek.
  1. Jangkauan Cover Asuransi
image.png
Ilustrasi administrasi | Photo by Martha Dominguez de Gouveia on Unsplash
Untuk BPJS bisa menutup hampir sebagian besar penyakit yang ada, kecuali penyakit yang disebabkan oleh narkoba, miras, wabah, bencana alam, menyakiti diri sendiri, pengobatan di luar negeri, operasi plastik, dan lainnya. Biaya yang bisa ditutup adalah biaya admin, biaya penanganan, biaya pengobatan dan lain-lain.
ADVERTISEMENT
Sedangkan untuk asuransi swasta, bisa menutup semua penyakit yang ada tanpa terkecuali, karena itulah harga asuransi swasta lebih mahal dan proses pendaftaran asuransi swasta lebih rumit daripada BPJS. Asuransi swasta juga menutup semua biaya admin, biaya penanganan, biaya operasi dan lain-lain sesuai dengan kesepakatan yang telah ditandatangani dan disetujui bersama oleh kedua belah pihak.
BPJS dan asuransi kesehatan swasta ini hanya bisa digunakan di rumah sakit yang bekerja sama langsung dengan BPJS. Oleh karena itu pastikan kalian mengetahui rumah sakit apa saja yang bekerja sama dengan BPJS dan asuransi kesehatan anda.
#terusberkarya
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan