kumparan
16 Oktober 2019 5:26

Buka Skincare Line Sendiri? Bisa! Ini Langkah-langkahnya

Ilustrasi kosmetik | Photo from pixabay.com
Salah satu industri yang diprediksi akan terus bertumbuh dalam dekade ini adalah industri kosmetika. Industri ini juga mencakup produk perawatan kulit atau yang lebih dikenal di kalangan millenial dengan sebutan produk skincare.
ADVERTISEMENT
Mengapa bisnis skincare begitu booming? Hal ini tidak terlepas dari meningkatnya jumlah beauty influencer di dua sosial media terbesar abad ini, yakni Instagram dan YouTube.
Pengaruh dari para beauty blogger inilah yang menyebabkan pertumbuhan konstan pada penjualan produk skincare. Banyak dari para beauty influencer tersebut yang akhirnya mengeluarkan brand skincare mereka sendiri, meski banyak juga pebisnis yang bukan berasal dari dunia entertainment yang merambah ke bisnis ini.
Untuk kalian yang tertarik untuk memulai skincare line kalian sendiri, berikut adalah tahapan-tahapannya:
  1. Proposal dan Bussiness Plan
Ilustrasi kosmetik | Photo from pixabay.com
Business plan yang lengkap dan komprehensif adalah batu fondasi untuk memulai bisnis apapun, termasuk skincare.
Karena banyaknya saingan yang sudah ada, business plan yang kita buat haruslah seefektif mungkin sehingga kita bisa merancang produk dan strategi marketing yang dapat bersaing di pasar.
ADVERTISEMENT
Banyak wirausahawan yang mengira bahwa mereka bisa berimprovisasi dalam memulai bisnis mereka sehingga melalaikan untuk merancang business plan yang detail.
Hal ini dapat menyebabkan kerugian yang seharusnya dapat dicegah. Beberapa aspek perencanaan yang wajib ada ada dalam bussiness plan kalian adalah komposisi skincare kalian, jenis – jenis skincare yang mau kalian jual, dan target market.
  1. Pendaftaran BPOM dan Lisensi Produk
Ilustrasi kosmetik | Photo from pixabay.com
Setelah mematangkan business plan kalian, kalian perlu mendaftarkan komposisi skincare tersebut di BPOM agar kalian mendapat ijin untuk memproduksi.
Ini untuk memastikan bahwa produk skincare yang diproduksi tidak menggunakan bahan – bahan yang tidak diijinkan di Indonesia dan menjamin legalitas produk tersebut.
Selain itu, konsumen Indonesia sudah semakin cerdas dalam memilih produk perawatan wajah dan tubuh, jadi mereka akan sangat selektif dalam memilih skincare mereka.
ADVERTISEMENT
Produk yang tidak memiliki BPOM otomatis akan menempati tempat paling bawah dalam daftar pilihan skincare mereka, tidak peduli seberapa bagus produk tersebut. Singkatnya, memiliki izin BPOM adalah suatu kewajiban bagi pemilik brand skincare.
  1. Produksi dan Packaging
Ilustrasi packaging kosmetik | Photo from pixabay.com
Packaging yang menarik bisa meningkatkan point of sale. Berapa banyak dari kita yang awalnya tidak terpikir untuk membeli suatu produk tapi karena produk tersebut memiliki packaging lucu maka kita jadi tertarik? Itulah letak kekuatan dari packaging yang eye-catching.
Kecuali kalian memiliki background di desain grafis, sangat tidak disarankan untuk mencoba menentukan desain kalian brand sendiri. Konsultasikan dengan branding specialist, logo serta kemasan yang cocok dengan segmen market yang akan disasar.
  1. Media Penjualan dan Promosi
Ilustrasi kosmetik | Photo from pixabay.com
Apakah kalian mau menjual produk kalian dengan cara online retailing atau brick and mortar retailing? Satu hal yang patut menjadi bahan pertimbangan adalah target market kalian dan jenis produk yang akan kalian jual.
ADVERTISEMENT
Banyak brand skincare organik yang lebih memilih untuk berjualan sepenuhnya online, sedangkan kebanyakan brand skincare komersil menjual produk mereka lewat toko retail. Sebelum menentukan, kembali lagi ke business plan kalian untuk memastikan bahwa media penjualan kalian sesuai dengan marketing plan kalian.
Selain melalui step diatas Ada cara alternatif untuk mempersingkat langkah 2 dan 3, yaitu ke perusahaan manufaktur skincare atau maklon kosmetik. Cara ini yang kebanyakan ditempuh oleh beauty blogger untuk meluncurkan brand skincare mereka.
Selain mempersingkat waktu dan menghemat tenaga, hasil yang didapatkan juga biasanya lebih terjamin karena produsen sudah memiliki standar operasional untuk setiap produk yang mereka hasilkan, sehingga klien mereka lebih fokus ke upaya pemasaran.
ADVERTISEMENT
Dengan banyaknya saingan dan kompetitor, pastikan sebelum memulai brand skincare kalian sendiri kita benar – benar telah melakukan riset yang matang dan perencanaan yang terorganisir agar produk kalian tidak tenggelam diantara produk skincare lainnya.
Kunci utamanya adalah tidak menyerah di tengah jalan ketika dihadapkan dengan berbagai tantangan. Utamakan memiliki semangat entrepreneur agar kita dapat mengubah tantangan tersebut menjadi inovasi.
#terusberkarja
Content Writer : Cintya
Editor : Charles
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan