kumparan
KONTEN PUBLISHER
21 Januari 2020 8:54

Hindari 3 Hal yang Dapat Membunuh Produktivitas

image.png
Menjadi produktif adalah hal yang diinginkan oleh semua orang, namun ternyata ada beberapa hal yang dapat membunuh produktivitas, lho! | Photo by Unsplash/Cathryn Lavery
Produktivitas merupakan sebuah hal yang penting yang wajib ada dalam kehidupan manusia. Tanpa produktivitas, kita sebagai manusia tidak akan menghasilkan apapun. Terutama jika dalam dunia bekerja, produktivitas sangat dituntut untuk selalu terjaga agar dapat menyelesaikan segala tugas dan pekerjaan.
ADVERTISEMENT
Namun, ada kalanya juga produktivitas ini bisa menurun dikarenakan satu dan lain hal. Contohnya, ketika kalian sedang menghadapi masalah, kalian tentu akan sulit untuk menjadi produktif dalam melakukan pekerjaan yang diberikan.
Yuk, kenali hal-hal apa saja yang dapat membunuh produktivitas versi Karja!
1. Suka Gibah alias Bergosip
image.png
Kurangi kebiasaan gibah atau bergosip, Sobat! | Photo by Pixabay/geralt
Hayo, siapa disini yang suka banget untuk menggibah atau gosipin orang? Menggosipkan seseorang di luar jam kerja saja sudah merupakan tindakan yang salah, Sobat, apalagi jika dilakukan di jam kerja, salahnya jadi berlipat ganda, nih!
Hal apa, sih, yang kalian dapatkan dari menggosipkan kehidupan orang lain apalagi sampai ikut campur di dalamnya? Tidak ada kan? Karena itu, ada baiknya mulai sekarang untuk menghentikan kebiasaan buruk yang satu ini.
ADVERTISEMENT
Dengan bergosip, waktu yang seharusnya kalian gunakan untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaan kalian malah terbuang sia-sia. Jika kalian bisa fokus mengerjakan pekerjaan tanpa mencuri waktu untuk bergosip, tentu kalian akan menjadi lebih produktif dan pekerjaan akan selesai tepat waktu.
2. Handphone
image.png
Bermain handphone menjadi salah satu hal yang dapat membunuh produktivitas seseorang | Photo by Unsplash/Andreas Klassen
Jaman sekarang siapa, sih, yang tidak punya handphone, terutama para kaum milenial? Handphone sendiri sekarang sudah seperti kebutuhan primer para manusia jaman now. Karena itu, tidak salah kalau handphone bisa menjadi pembunuh produktivitas jika tidak digunakan secara bijaksana.
Tak sedikit orang-orang yang bekerja kerap mengecek handphonenya di sela-sela pekerjaan. Entah untuk membalas chat, atau bahkan scrolling media sosial. Tentu hal ini akan menghambat produktivitas seseorang dan waktu kerja pun menjadi terbuang sia-sia karena selalu diselingi dengan bermain handphone.
ADVERTISEMENT
Apalagi, terkadang bermain handphone bisa membuat penggunanya lupa diri. Dikira baru scrolling selama 15 menit, tahu-tahu waktu sudah terbuang selama satu jam. Apabila dibiarkan terus menerus, hal ini menjadi salah satu alasan yang dapat membunuh produktivitas kalian, Sobat!
Untuk mengatasinya, semisal kalian sudah bekerja selama 1 jam, maka kalian bisa menggunakan handphone selama maksimal 10 hingga 15 menit. Gunakanlah handphone hanya sebagai media untuk melepas penat sejenak saat bekerja.
3. Kurang Beristirahat
image.png
Saat seseorang kurang beristirahat, ia akan cenderung menjadi tidak produktif | Photo by Unsplash/The Creative Exchange
Kurang beristirahat nyatanya juga merupakan pembunuh produktivitas, Sobat! Idelanya, manusia membutuhkan waktu untuk beristirahat selama 8 jam.
Kalian pasti merasakan perbedaan ketika beristirahat secara cukup dengan ketika kalian kurang beristirahat. Tidak hanya menyebabkan mood berantakan, kalian jadi mudah marah, sensitif, dan pastinya badan kalian akan merasa lemas seperti tidak bertenaga.
ADVERTISEMENT
Dengan kondisi mood yang berantakan dan tubuh yang terasa lemah, tentunya hal tersebut akan mempengaruhi bagaimana cara kalian bekerja. Tidak mungkin kalian masih akan aktif bekerja ketika kalian sendiri bahkan tidak bisa menghandle mood kalian sendiri.
#terusberkarya
Jangan lupa follow Karja di Instagram (@karjaid) dan klik tombol 'IKUTI' di kumparan.com/karjaid untuk mendukung dan mengikuti konten menarik seputar entrepreneurship, kisah inspiratif, karya anak bangsa, dan isu sosial seputar milenial ya, Sobat!
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan