kumparan
KONTEN PUBLISHER
26 Januari 2020 9:33

Imbas Virus Corona: McDonald's hingga Disneyland China Tutup Sementara

image.png
Pengunjung mengenakan masker berjalan keluar dari resor Disney, Shanghai | Photo by ALY SONG/Reuters
Virus Corona tengah menjadi pembicaraan di penjuru dunia. Pasalnya, virus yang berasal dari Kota Wuhan, China, ini telah menyebar dan muncul di beberapa negara, di antaranya adalah China, Amerika Serikat, Singapura, Thailand, Vietnam, Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan. Tentunya, penyebaran Virus Corona ini dapat berdampak kepada perekonomian di Wuhan, yang merupakan pusat bisnis bagi beberapa perusahaan internasional.
ADVERTISEMENT
Wuhan merupakan kota dengan 11 juta penduduk dan menjadi salah satu pusat industri terbesar di China serta menjadi rumah bagi industri baja. Perusahaan otomotif China yang bernilai 9,4 miliar dolar AS, Dongfeng Motor Corp, yang merupakan usaha gabungan antara Nissan dan Honda, berada di Kota Wuhan.
Tidak hanya itu, pabrik mobil seperti General Motors, Nissan, Honda, dan perusahaan lainnya pun ada di kota ini. Wuhan juga menjadi rumah bagi kegiatan operasional untuk perusahaan internasional, seperti Renault SA, Peugeot PSA Group, IBM, HSBC, Siemens, Walmart, Ericsson, dan lainnya.
image.png
Ilustrasi McDonald | Photo by Pexels/Lisa Fotios
Dilansir dari Bloomberg, restoran cepat saji McDonald, yang memiliki sekitar 3.000 toko di China pada akhir 2018, sementara waktu memutuskan untuk menutup gerainya di lima kota di Provinsi Hubei, termasuk Wuhan, karena virus Corona. Sama halnya dengan gerai kopi asal Amerika, yakni Starbucks, mengatakan bahwa mereka akan menutup semua outlet di provinsi Hubei, setelah sebelumnya diketahui menutup gerainya di kota Wuhan.
ADVERTISEMENT
Kedua perusahaan tersebut pun masing-masing mengambil langkah-langkah pencegahan dengan melalukan pemeriksaan suhu tubuh pekerjanya di seluruh cabang di China serta membagikan masker kepada para staf. Bahkan, para pekerja di Starbucks di China sekarang diharuskan untuk membersihkan tangan mereka setiap setengah jam.
Sementara itu, Disneyland juga dikabarkan akan menutup taman hiburannya di Shanghai mulai tanggal 25 Januari karena virus Corona. Disneyland pun menawarkan pengembalian uang kepada para pengunjung yang telah membeli tiket atau memesan kamar di hotel. “Kami akan terus memantau situasi dengan hati-hati dan melakukan kontak dengan pemerintah setempat. Kami akan mengumumkan tanggal pembukaan kembali setelah konfirmasi," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Bloomberg.
Hingga saat ini, dikabarkan 41 orang meninggal di China akibat virus Corona dan sekitar 1.300 orang terinfeksi. Sejak Kamis (23/1), transit masuk dan keluar dari Wuhan telah dihentikan, bertepatan dengan libur Tahun Baru Imlek yang biasanya merupakan waktu tersibuk dalam setahun. Selama musim liburan ini, biasanya ada miliaran dolar yang dihabiskan untuk perjalanan, belanja, ataupun makanan.
ADVERTISEMENT
Tidak hanya berdampak di Wuhan, namun beberapa negara lain juga terkena imbasnya dalam sektor ekonomi. Setelah kasus kedua virus Corona dikonfirmasi di Amerika Serikat, indeks pasar saham yakni Dow Jones Industrial Average anjlok atau mengalami penurunan lebih dari 250 poin di hari Jumat (24/1).
#terusberkarya
Jangan lupa follow Karja di Instagram (@karjaid) dan klik tombol 'IKUTI' di kumparan.com/karjaid untuk mendukung dan mengikuti konten menarik seputar entrepreneurship, kisah inspiratif, karya anak bangsa, dan isu sosial seputar milenial ya, Sobat!
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan