kumparan
KONTEN PUBLISHER
17 Oktober 2019 16:28

Ini Dia Tips Berbisnis ala Pembicara Grab Talks

image.png
Suasana talkshow How to Be a Successful Foodpreneurs yang diadakan di Grand City Convention Hall, selasa (8/10) | Photo by Naomi (Karja)
Ingin berbisnis tapi tidak tahu caranya? Sepertinya kalian harus belajar dari para pembicara keren yang mengisi acara GrabFood Talks: How to Be a Successful Foodpreneur ini. Banyak tips yang mereka bagikan dan pastinya bisa mulai kalian terapkan juga.
ADVERTISEMENT
Acara yang diadakan Selasa (8/10) di Convention Hall Grand City Surabaya ini disambut antusias oleh pengunjung Jatim Fair maupun peserta UMKM yang menggelar pameran dalam Jatim Fair.
Baik pengunjung maupun peserta UMKM penasaran bagaimana cara sukses ala Theofilus Hartono (pemilik Mr. Suprek), Yacobus Adhi Setya (pemilik Rotiboy), Edwin Sugiaurto (pemilik Prima Rasa), dan Yudha Setiawan (Lazizaa) dalam berbisnis, khususnya dalam bidang kuliner.
Ini dia, 4 tips penting untuk memulai bisnis ala keempat pembicara Grab Talks.
  1. Pilih Bahan Baku yang Selalu Tersedia
image.png
Salah satu menu baru Lazizaa, ayam nasi biryani | Photo by @id.lazizaa on Instagram
“Penting untuk cari bisnis yang akses beli bahan bakunya mudah. Juga yang bisa di produksi di wilayah mana saja.” ujar Yudha, pemilik bisnis Lazizaa.
Yudha berpendapat, jika bahan baku tidak mudah di akses, maka usahanya juga akan jalan di tempat saja.
ADVERTISEMENT
Berbisnis ayam cepat saji menjadi pilihannya karena mengingat penggemar ayam sangatlah banyak. Ditambah lagi, setelah krisis moneter di Indonesia berakhir, jenis makanan yang mudah didapatkan salah satunya adalah ayam, setelah tempe dan tahu.
Ayam itu peminatnya banyak, tinggal kita bagaimana mengolahnya agar berbeda dari usaha yang lain.
  1. Ketahui Siapa Konsumen yang akan Membeli Produk
image.png
Salah satu promo murah yang ditawarkan Mr. Suprek | Photo by @mr_suprek on Instagram

“Makan sampai kenyang.”

Menurut Theo, pemilik Mr. Suprek, ada alasannya jargon ini dibuat. Ia menjelaskan bahwa Mr.Suprek ingin menyasar konsumen anak kuliahan dan kalangan kelas SES B dan SES C.
Tambahnya lagi, “Anak kuliah kan biasanya suka makan kenyang tapi harganya terjangkau. Makanya Mr. Suprek menyajikan seperti itu. Kita harus tau apa yang sesuai dengan konsumen yang sudah ditargetkan.”
ADVERTISEMENT
  1. Perkuat Skill dan Passion
image.png
Dengan resep andalan yang dimiliki, Primarasa meluncurkan Pia Rasa Kuno | Photo by @primarasaresto on Instagram

“Kalau kita hanya ikut tren tapi kita tidak punya skill dan passion yang bisa mengembangkan, ya buat apa? Bukan melarang untuk mengikuti tren, malah saya menyarankan untuk ikuti, tapi kalau bisa menguatkan kemampuan dan menjadi pelopor, apa salahnya?”

- Edwin Sugiarto, salah satu pembicara dari Grab Talks.

Pemilik rumah makan Primarasa generasi kedua ini menyayangkan jika banyak pebisnis yang hanya mengikuti trend dan tidak mengetahui cara mengembangkannya. Dia menyarankan untuk memperkuat kemampuan yang sudah dimiliki dan diproduksi sebaik mungkin.
“Kalau mengerjakan dengan passion yang kuat, pasti hasilnya lebih memuaskan.” tambahnya.
  1. Mengikuti Perkembangan Teknologi
image.png
Kemudahan membeli makanan bersama Grab Food | Photo by @grabid on Instagram
“Sekarang, banyak sekali digital marketing yang sangat membantu kami sebagai produsen untuk menjangkau konsumen-konsumen milenial, terlebih yang suka mager alias malas gerak. Grab Food salah satunya yang sangat baik dalam pelayanan dalam bidang digital marketing” ujar Yacob.
ADVERTISEMENT
Semakin mudahnya akses digital saat ini, membuat para pebisnis mudah untuk bergerak mengikuti keinginan konsumen. Tidak hanya itu, Yacob menambahkan jika digital marketing juga menekan biaya beriklan yang tidak terbilang murah.
#terusberkarja
Content Writer: Naomi Victoria
Editor: Inggrid
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan