kumparan
Entertainment24 Februari 2020 9:32

Irine Sugiarto dan Cerita Dibalik Karier Bermusik

Konten Redaksi Karja
image.png
Irine Sugiarto, musisi asal Samarinda ini cukup dikenal masyarakat Kalimantan Timur. Ia baru saja menyelasaikan dua proyek di awal bulan, yakni kolaborasi dengan You Kaltim berjudul “Surga di tanah Borneo” dan rilis tiga musik video di platform Youtube | Dokumentasi Pribadi
Musisi-musisi indie kini semakin dikenal luas oleh masyarakat, baik dalam formasi band, duet, trio, maupun solois. Kini, karya-karya dari musisi indie tersebut semakin banyak didengarkan dan semakin mudah untuk ditemui di berbagai platform musik.
ADVERTISEMENT
Sebut saja musisi indie yang sedang naik daun seperti Pamungkas, Hindia, Sal Priadi, sampai Fourtwnty. Pergerakan musisi indie ini pun kian masif di tiap-tiap daerah di Indonesia, tak terkecuali di Samarinda.
Salah satu musisi indie lokal Samarinda yang sudah tidak asing lagi namanya ialah Irine Sugiarto. Gadis yang baru mengeluarkan tiga video musik ini mengawali karier bermusiknya dari bercerita melalui blog di tahun 2017 silam.
“Itu karena kecintaan saya untuk menggabungkan apa yang ingin saya ceritakan dengan nada. Jadi nada itu bisa menambah nuansa dan energi dari sebuah cerita menurut saya, “ ujarnya saat dihubungi Karja via WhatsApp pada Januari lalu. “Lalu lagu tersebut saya posting melalui blog. Itu juga pas masih menggarap skripsi.”
image.png
Berawal dari blog, Irine menuliskan keresahan yang dialaminya yang kemudian diubahnya menjadi lagu | Dokumentasi Pribadi
Mengusung musik pop jazz dalam musiknya, tawaran dari media musik di Samarinda, yakni Borneo Indie Community (BIC) Samarinda disambut oleh Irine untuk membantunya dalam bermusik. “Aku diajak Al-Hafid, manajer di BIC. Dia hubungi aku hingga ketemu langsung untuk membahas musikku,” ucap Irine.
ADVERTISEMENT
Sejak itu, Irine sering manggung di berbagai acara musik di Samarinda. Tidak hanya di Samarinda, ia pun juga manggung ke luar Kalimantan. Bahkan, panggung besar seperti Soundrenaline pun sudah pernah disantap oleh Irine.
image.png
Irine tidak hanya sibuk bermusik saja. Ia juga bekerja di perusahaan tambang di daerah Separi, Kalimantan Timur. Disaat hari libur atau sedang cuti, Irine mengambil waktu tersebut untuk manggung | Dokumentasi Pribadi
Walaupun sudah sukses dan terkenal sebagai musisi indie yang banyak memberi pengaruh di industri musik lokal Kalimantan Timur, rupanya Irine juga bekerja di salah satu perusahaan tambang di daerah Separi, Kutai Kartanegara. “Sekarang sedang bekerja bagian finance, tapi saat ini sedang merangkap di bagian secretary project di salah satu perusahaan di daerah Separi,” tuturnya.
Setiap cuti atau hari liburnya, Irine manfaatkan untuk tampil manggung. Ketika ditanya antara karier sebagai orang kantoran atau bermusik, Irine menjawab keduanya sama-sama mengasyikkan baginya.
ADVERTISEMENT
Terkadang, ketika ada sebuah acara di kantornya, ia diminta tampil bernyanyi oleh rekan kerjanya. “Kantor aku itu di pelosok Kutai Kartanegara, tinggalnya di mess karyawan, jauh dari kota. Kalau ada kesempatan libur atau cuti, aku bisa ambil untuk tampil,” ungkapnya.
Pada 17 Januari lalu, Irine melepas sekaligus tiga video musik sebagai rangkaian lengkap dari EP (extended play) yang dikeluarkannya pada tahun 2018 lalu. Tiga video musik tersebut ialah Permata untuk Raja, Besok-Besok, dan Altokumulus Kelabu.
Ada alasan tersendiri mengapa Irine memilih meluncurkan tiga musik video sekaligus dalam satu hari.
“Aku mulai dari sebuah kenyataan bahwa aku bukan orang yng memilih jalur musik dan memilihnya tanpa embel-embel lain gitu. Aku juga seorang yang bekerja, dan bekerja di area lokasi,” ungkapnya. “Jadi mungkin banyak juga musisi yang sambil bekerja, dan aku memilih untuk bekerja di mana situasi internet akses ketemu orang terbatas. Pokoknya cuma kerja aja di lokasi itu.”
ADVERTISEMENT
Kemudian, Irine mengambil kesempatan cuti. Ia berpikir, bahwa tiga musik video tersebut sudah rampung dan akhirnya ia memutuskan untuk merilis ketiganya sekaligus. “Toh ada kesempatan. Aku lebih sreg langsung tiga tiganya rilis, sebagai pembuka 2020 yang tidak kubuka dengan baik awalnya.”
Ketiga lagu tersebut diakui Irine memiliki nuansa yang sama, namun memiliki tema yang berbeda. Untuk lagu Besok-Besok, menceritakan tentang kekhawatiran seseorang apakah masih ada hari esok untuk pertemuan. “Lagu ini tentang keresahan pasangan, apakah masih ada hari esok untuk bisa bertemu, apakah masih bisa meluangkan kasih sayangku ke dia,” ungkap Irine.
Lebih lanjut, Irine mengungkapkan bahwa lagu tersebut ia buat berkaca dari keadaan orang tuanya. “Dulu waktu jaman aku kuliah, Ibuku di Balikpapan, Ayahku di Berau. Jadi aku mengambil sudut pandang Ibu,” tuturnya. “Apakah masih ada pertemuan esok hari untuk bisa satu tempat dengan suami? Atau sesederhana merapikan bajunya, bisa minum kopi bareng, atau bahkan mendengar omelannya.”
ADVERTISEMENT
Video
Sedangkan lagu Permata untuk Raja, diakui Irine diambil dari kisah pribadinya. “Kayak aku seorang hamba yang menyukai seorang raja, tapi aku merasa tidak pantas untuk menyukai sang raja,” ujarnya. “Sehingga permata yang aku punya yang ingin aku berikan kepada raja, mungkin lebih baik diberikan oleh tangan yang lebih rupawan. Ilustrasinya begitu, sih. Nggak bisa menggapai kasih sayang dari orang yang kita mau.”
Last but not least, lagu altokumulus kelabu muncul karena keresahan. Lagu ini mengajak semua orang untuk mengerti yang akan dia pilih tanpa harus bingung dengan anggapan orang lain tentang pilihan tersebut.
image.png
Irine Sugiarto | Photo by Instagram/@irinesugiarto
“Banyak orang-orang berkomentar, ‘kamu terlalu kurus, atau kamu terlalu gendut’ atau ‘kamu heboh banget, sih? Ih, introver banget, deh.’ Orang lain itu nggak berhak untuk memutuskan apakah versi diri kita itu benar atau tidak,” ungkap Irine. “Menurut aku bukan tentang benar atau tidak, tapi setiap punya awak cantik yang berbeda-beda.”
ADVERTISEMENT
Irine menambahkan, “Jadi lagu ini tentang ajakan bahwa setiap orang punya versi terbaik dari dirinya masing-masing, dan itu adalah hasil dari awan cantik yang kamu pilih sendiri. Bukan dipilihkan orang lain.”
Setelah tiga musik video keluar, tahun ini Irine sedang menyiapkan sebuah mini album. “Semoga mini album aku bisa keluar tahun ini,” tutupnya.
#terusberkarya
Jangan lupa follow Karja di Instagram (@karjaid) dan klik tombol 'IKUTI' di kumparan.com/karjaid untuk mendukung dan mengikuti konten menarik seputar entrepreneurship, kisah inspiratif, karya anak bangsa, dan isu sosial seputar milenial ya, Sobat!
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan