Pencarian populer

Milenial, Sisihkan Kenaikan Gajimu untuk Hal Ini!

Ilustrasi Gaji | Photo by Michael Longmire on Unsplash

Resminya kenaikan gaji PNS (Pegawai Negeri Sipil) sebesar 5 persen tentunya menjadi kebahagiaan bagi para PNS. Namun, apakah kenaikan gaji tersebut hanya sebagai uang 'panas' yang lewat sementara?

Kabar gembira sekaligus masalah klasik (baca : uang habis) tersebut tidak hanya menjadi perhatian bagi para PNS semata. Hal ini berlaku juga bagi setiap pribadi kita yang memiliki penghasilan, baik itu dari pekerjaan professional, wirausaha maupun freelance.

Jaman now ini ternyata memiliki sejumlah cara-cara 'keren' dalam mengelola gaji yang sobat peroleh, yaitu dengan melakukan investasi. Menyisihkan sebagian gaji, apalagi baru memperoleh kenaikan gaji, untuk investasi merupakan salah satu strategi cerdas dalam mengelola keuangan, khususnya untuk kamu milenial.

Investasi berarti menyisihkan sebagian uang yang dimiliki dan kemudian uang tersebut dikelola dengan cara 'diputar kembali' yang diharapkan meningkatkan nilai dari uang yang diinvestasikan tersebut.

Nah, kira-kira jenis investasi apa aja sih yang bisa sobat lakukan supaya setiap gaji yang diterima tidak keluar seenaknya?

1. Reksa Dana

Ilustrasi reksa dana | Photo by Sharon McCutcheon on Unsplash

Reksa dana merupakan wadah atau tempat yang menghimpun dana-dana yang terkumpul dari masyarakat yang bertindak sebagai pemodal investor. Dana-dana yang terkumpul akan dikelola oleh manajer investasi dalam berbagai macam instrumen investasi. Salah satu tempat membeli reksa dana secara online yang terpercaya adalah di Bareksa.

2. Peer to Peer Lending (P2P Lending)

Ilustrasi Peer to Peer Lending | Photo by André François McKenzie on Unsplash

Peer to Peer Lending atau biasa disingkat menjadi P2P Lending merupakan salah satu konsep yang mempertemukan peminjam dana dengan pemberi pinjaman secara online. Dalam melakukan investasi dalam konsep ini, sobat akan bertindak sebagai investor yang meminjamkan dananya kepada pemberi pinjaman dengan tingkat pengembalian berapa persen dalam kurun waktu tertentu.

Tapi bagaimana kalau peminjam dana tidak mengembalikan dana yang telah sobat investasikan? Eit, tunggu dulu, berinvestasilah pada startup P2P Lending yang memiliki kredibilitas yang tinggi, dikenal luas dan terdaftar di OJK. Selain itu, startup yang bermain di P2P Lending juga memiliki persyaratan dan penilaian khusus apakah calon peminjam layak diberikan pinjaman atau tidak.

Beberapa fintech startup di Indonesia yang sudah memiliki nama seperti Amartha, KoinWorks, Investree, Modalku, Uang Teman dan masih banyak lagi.

3. Saham

Ilustrasi saham | Photo by Chris Liverani on Unsplash

Saham merupakan dokumen yang penting dan berharga, sebagai bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Saham menunjukkan bahwa seseorang memiliki kepemilikan sekian persen atas suatu perusahaaan.

Sobat Entrepreneurs, kita yang notabene sebagai masyarakat juga bisa membeli saham-saham perusahaan besar, loh dengan catatan perusahaan tersebut merupakan perusahaan terbuka, atau biasa disingkat Tbk di belakang nama perusahaan.

Beberapa saham perusahaan terbuka yang memiliki kinerja baik meliputi Gudang Garam, BCA, Indofood, Unilever dan masih banyak lagi.

Nah, pengetahuan dasar mengenai investasi dan beberapa instrumen investasi telah dipaparkan oleh Karja.id. Selebihnya, Sobat Entrepreneurs dapat mempelajarinya lebih dalam lagi pada website-website resmi yang menyediakan jenis investasi diatas.

Selamat mencoba dan jangan boros-boros menghamburkan uang untuk keinginan yang tidak terlalu penting ya, Sobat!

#terusberkarja

Content Writer & Editor : Charles

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.35